WANITA YANG MERAWAT LUKA

WANITA YANG MERAWAT LUKA

  • WpView
    Reads 1,149
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 8, 2021
Sejak kecil, aku diajarkan hidup dalam kepahitan. Bahkan aku tidak tau, bagaimana rasanya manis kehidupan. Hingga aku merasakan tawar dalam setiap perjalanan hidupku. Aku, akan menceritakan segala bentuk luka yang aku rawat dengan begitu sabarnya. Sampai aku tidak lagi bisa merasakan sakit dari setiap luka yang tercipta.
All Rights Reserved
#49
autobiografi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa Tanpa Kata
  • ANGEL (END)
  • Adek Abang || END
  • This Is Not My House
  • Hanya Saja
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Kita Sembuh Bareng?
  • their story

Pernahkah kamu merasakan sesuatu sampai tidak bisa berkata-kata? Sedih, senang, pilu, kecewa, ataupun sakit. Rasanya sangat teramat dalam hingga hanya hati yang bisa memaknainya, tanpa ucap, tanpa kata. Suatu ketika dalam benakku muncul pertanyaan. Mungkinkah dalam sebuah keramaian seorang anak manusia merasa sepi? Mungkinkan dari sebuah keceriaan terdapat goresan luka yang tak kunjung pulih? Atau mungkinkah dari raut wajah yang tersenyum terdapat tetesan air mata yang tak pernah kering? Jawabannya akan kita cari dan temukan bersama dalam buku ini. Mungkin atau tidak? Sepertinya di antara kita akan menemukan jawaban yang berbeda-beda. Tetapi yang pasti rasa akan selalu menjadi jawabannya. Sekarang, aku ingin mengajakmu untuk ikut berkelana ke dalam berbagai ruang rasa yang sempat aku masuki selama beberapa tahun terakhir ini. Semoga ruang-ruang ini dapat membuat kamu merasakan pengalaman yang sama dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman tersebut. Semoga. Selamat memasuki ruang rasa 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines