EUREKA
  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing53m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 2, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Cover by: Fajar Maulana Story by: Awalia Putri & Sandi Surya Febrian Mengungkapkan apa yang kita rasa seperti perasaan bahagia, marah, kecewa, dan jatuh cinta sangatlah penting bagaimanapun caranya. Ada yang berani mengatakan langsung demi membuat nyaman perasaannya, ada yang meneriakkan kekesalannya untuk mendapatkan perasaan lega, ada yang memilih curhat kepada sahabat untuk mendapatkan solusi, ada juga yang lebih merasa aman dan nyaman meluapkan perasaannya dengan tulisan. Ya... ada kalanya kamu perlu bersikap emosianal untuk bisa lebih jujur mengungkapkan perasaan. Pasalnya daripada terlalu lama memendam perasaan yang seharusnya tidak disimpan, itu bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Dari sekian banyak cara, Sandi memilih untuk mengungkapkan perasaannya melalui kalimat yang ia rangkai menjadi sebuah teori. Aneh memang, karena kita takkan tau apa yang Sandi utarakan dalam teori tersebut, jika kita tidak bisa mencari maknanya. Lantas siapa yang mampu memecahkan teori Sandi? Apakah kamu? Yang akan menjadi orang pertama yang mengetahui isi hati Sandi sebenarnya? Jangan lupa masukkan ke perpustakaan kalian biar notifikasi update-nya muncul Jangan lupa juga di follow dulu ya😉
All Rights Reserved
#2
ipb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nyangga
  • Tania
  • the two world
  • SILENT MISSION: HER VEIL [C]
  • Bumi
  • My Best Mama
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
Nyangga

Kumpulan kisah-kisah dengan segala keberagaman yang tercipta karena ada, kalau gaada berganti ( ) eh apa ya... Memang agak aneh sih ini dibuat, tapi ini pernah terjadi dalam keseharian. Menarik sih, tapi bisa saja mengulur. Kan kalau lagi main layangan begitu. Eh apasih! Bersembunyi terkadang tanpa disadar, berada paling bawah, memberikan dampat diatasnya entah besar mau pun kecil. Yang jelas sesuat ini harus diciptakan, bisa di kotak-katik sesuai selera. Suatu alasan mengapa semua terjadi? Dan ada penyelesaian jawaban, lalu mencoba mendiami atau merombaknya. Pikirkan. Bukan begitu sekarang dinikmati untuk menuntut setiap tangga nada terucap pada garis tak beirama, tanpa atlas dunia. Rumah. Dari sini senantiasa mencoba menjadi penengah, meski terkadang salah juga. Habis melihat yang berdebat tak menimbulkan titik temu. Beruntung nya ada papan tiang yang menunjukan bahwa ada jalan bebas hambatan dari segala persoalan. Hadir dalam jeda, walaupun mungkin di antara atas dan bawah. Muncul dari ruang kecil. Menopang, sebelum itu terjadi di bagian paling bawah ada yang harus dikuatkan. Sebelum menggelar. Tapi kalau sudah terlanjur engga ada salahnya. Kan bisa di benahi, masih ada sapu, pel, serta pewangi kalau dicari atau ditunggu, mungkin. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines