EUREKA
  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing53m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 2, 2021
Cover by: Fajar Maulana Story by: Awalia Putri & Sandi Surya Febrian Mengungkapkan apa yang kita rasa seperti perasaan bahagia, marah, kecewa, dan jatuh cinta sangatlah penting bagaimanapun caranya. Ada yang berani mengatakan langsung demi membuat nyaman perasaannya, ada yang meneriakkan kekesalannya untuk mendapatkan perasaan lega, ada yang memilih curhat kepada sahabat untuk mendapatkan solusi, ada juga yang lebih merasa aman dan nyaman meluapkan perasaannya dengan tulisan. Ya... ada kalanya kamu perlu bersikap emosianal untuk bisa lebih jujur mengungkapkan perasaan. Pasalnya daripada terlalu lama memendam perasaan yang seharusnya tidak disimpan, itu bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Dari sekian banyak cara, Sandi memilih untuk mengungkapkan perasaannya melalui kalimat yang ia rangkai menjadi sebuah teori. Aneh memang, karena kita takkan tau apa yang Sandi utarakan dalam teori tersebut, jika kita tidak bisa mencari maknanya. Lantas siapa yang mampu memecahkan teori Sandi? Apakah kamu? Yang akan menjadi orang pertama yang mengetahui isi hati Sandi sebenarnya? Jangan lupa masukkan ke perpustakaan kalian biar notifikasi update-nya muncul Jangan lupa juga di follow dulu ya😉
All Rights Reserved
#488
bogor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadows of Trust [C]
  • Bumi
  • Nyangga
  • I'II Smile Even it is Hurts
  • the two world
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • Hujan Rinduku (Keluarga, Cinta, dan Impian) ☑️
  • Asmaraloka Saptakāla

Iman Arysha baru sahaja memulakan tugasnya sebagai pembantu peribadi Tuan Zulfaer Amsyhar, seorang lelaki yang tegas dan berjaya. Baru sahaja beberapa hari berada dalam persekitaran yang baru, dia berdepan dengan tempoh sukar apabila satu kejadian malang berlaku. Pada satu malam hujan lebat dengan guruh yang membelah langit, Iman yang sedang menunggu Zulfaer menyemak dokumen di ruang tamu rumah Tuan Zulfaer, mendapati dirinya terperangkap dalam satu situasi yang tidak dijangka. Dalam kekacauan tersebut, seorang lelaki berpakaian jubah putih tiba-tiba muncul, menuduh mereka berada dalam situasi yang tidak senonoh. Iman, dengan wajah pucat, membalas, "T-tak! Saya datang ke sini atas urusan kerja." "Baiklah. Kami akan berkahwin." Zulfaer cuba berkata dengan nada perlahan tetapi tegas sambil memandang Iman yang kelihatan wajah teresak-esak. Ketegangan memuncak ketika situasi ini mendedahkan lebih daripada sekadar kesilapan-ia menuntut kepercayaan dan usaha untuk membina hubungan yang lebih mendalam. Di tengah-tengah kekacauan dan percubaan untuk membersihkan nama mereka, mereka berdua harus menghadapi ketakutan terdalam dan mencari penyelesaian. Mampukah mereka mengatasi halangan ini dan menemukan lebih daripada apa yang mereka harapkan? ⚠️ 100% idea author ⚠️ tiada istilah meniru/plagiat start : 17/01/2025 end : 06/06/2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines