Blow My Mind

Blow My Mind

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 9, 2020
"Lo ga usah sok baik sama gue. Munafik," marahku padanya. "Maksudnya? Gue gak ngerti." "Buaya lo." Aku langsung pergi dari sana dan entah mengapa mataku berkaca-kaca. Biasanya saat aku memarahi orang lain,aku tidak pernah menangis,rasa kasihan pun tidak ada.
All Rights Reserved
#193
masamuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • ALSTARAN [END]
  • Three Idiot Girls  ✔
  • ALEYA~~
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Dear You
  • MANUSIA KUTUB "Dingin seperti ES"
  • Segitiga [END]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi

"Kalo seandainya gue pergi ninggalin lo dan dunia ini, apa yang akan lo lakuin?" "Gue gak bakalan lakuin apapun. Jika itu takdir Tuhan gue gak bakalan bisa mencegahnya. Sekalipun gue janji buat bahagiain lo." "Hmmm..." "Hahaha.... Ternyata hidup sesimple itu. Apa yang baik selalu pergi tanpa diminta." "Gue boleh minta satu hal gak dari lo?" "Apapun itu." "Jika gue pergi lo harus janji jangan nangis, jangan sedih, dan lupain gue. Buat hidup lo bahagia tanpa adanya gue." "Akan gue coba. Gue boleh minta satu hal juga dari lo?" "Yah.." "Jangan lupain gue. Dan katakan pada diri lo sendiri kalo lo gak bakalan pernah pergi dari gue apapun yang terjadi. Karena gue yakin seberapa besarpun usaha gue buat lupain lo itu gak akan pernah berhasil. Karena lo udah jadi satu-satunya orang yang gue sayang dan ingin gue bahagiain selain nyokap." ******** Ini cerita tentang seorang gadis SMA yang tak pernah tahu bagaimana rasanya kasih sayang orang tua di usia remaja. Hidupnya berubah setelah seseorang hadir memberi warna disetiap harinya. Hingga suatu keadaan benar-benar mengubahnya. Baca yuk siapa tahu suka!

More details
WpActionLinkContent Guidelines