Alexithymia

Alexithymia

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 30, 2020
Dalam guratan takdir, mereka tidak pernah menyangka jika semesta akan mempertemukan-bahkan mempersatukan-mereka. Askara, Anetha, Rafka, dan Gesa. Sebelumnya mereka hanya orang asing yang tidak peduli dengan siapapun, kecuali diri sendiri. Tapi sepertinya semesta sedang bercanda karena pada akhirnya mereka terpaksa menurunkan laju ego mereka demi menghindari nilai merah di rapot. Dalam memenuhi tugas musikalisasi puisi, empat siswa disatukan dalam satu kelompok. Masing-masing dari mereka memiliki ego setinggi langit dan luka sedalam palung. Namun mereka semua seolah berperan menjadi yang paling baik. Anetha yang tenang namun mencekam, Askara yang pemarah dan keras kepala, Rafka yang nakal namun jenius, dan Gesa yang ceria dan terpaksa menjadi paling dewasa. Dalam benang merah yang mempertemukan mereka, satu persatu rahasia dan luka terungkap. Rasa egois terkikis sedikit demi sedikit. Hingga yang tersisa hanyalah rasa simpati untuk merengkuh satu sama lain.
All Rights Reserved
#904
egois
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • I'm Rafkal Not Raskal !!
  • EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓
  • Undercover
  • Miracle
  • Transmigrated as twins
  • ALVASANDRA
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)
  • Cool and Care (TERBIT)

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines