Story cover for GERBERA by meyssalestari
GERBERA
  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Dec 09, 2020
Nina Ale Gerbera. Nama itu sudah tidak asing lagi di telinga para murid SMA Pelita Bangsa, khususnya Ravan. Cowok dingin dan pintar.

Ada alasan tersembunyi ketika Ravan berusaha keras untuk mendapatkan cinta Nina. Namun, semakin Ravan mengejar, semakin keras juga Nina menolaknya. Dan di saat Ravan selalu bertanya kapan Nina akan mencintainya, sebaliknya Nina juga bertanya kapan ia Akan berhenti mengejarnya. Sampai akhirnya sebuah insiden membuat Nina yang terkenal dengan sifat cuek itu menggenggam tangan Ravan dan mulai menerima perasaan cowok itu.

Dan ketika ia telah benar-benar jatuh cinta, apakah Nina bisa berharap untuk bersama Ravan... Selamanya?


"Siap-siap, besok gue bakalan nembak lo." -Ravando Aldi Bhansara.

*****


Happy reading semuanya:)

MeyssaLestari.
All Rights Reserved
Sign up to add GERBERA to your library and receive updates
or
#4gerbera
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
INI CINTA BUKAN BENCI cover
DAVARA cover
DRABIA [END] cover
the hope cover
Mari Saling Bicara cover
Elvina [COMPLETED] cover
ALANAALANKA. [ ON GOING] cover
Revan & Natasya Love Story cover
Fraternité cover

INI CINTA BUKAN BENCI

23 parts Complete

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊