Slag Illusion

Slag Illusion

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 10, 2023
Kematian disebut sebagai sesuatu yang menakutkan, juga, kembali kepada pelukan kematian adalah kedamaian tidak berarti, seperti bunga putih yang tersapu oleh tsunami. Barangkali itu menyakitkan dan 17 tahun itu hanya sekejap mata, aku harap aku dapat hidup hingga akhir hari. Sore itu, matahari membentuk seriak layu jingga yang membentang sepanjang langit, seseorang dengan mata gelap gulita seperti malam tercermin dalam pandanganku. Dia tersenyum lesu dan tidak berdaya seraya berkata "Ternyata, membunuh seseorang itu sama melegakannya dengan kematian, begitu tidak berarti dan tanpa daya" "Untuk kita yang tidak pernah dicintai, ada baiknya lenyap dalam ketidakberartian lebih awal. Maukah kamu, ikut denganku? Ayo kita pergi melarikan diri, ke surga yang jauh disana, yang penuh dengan kehangatan keluarga, dengan susu dan sepiring sereal setiap pagi." Pada hari itu, aku mengikuti langkah kakinya, keluar dari rumah dengan tas berisi Nintendo dan dompet. Aku tinggal kan semua kenangan tentang teman dan keluarga, kini tidak ada yang berarti lagi. Hanya kami berdua, berlari dan bermain-main seperti orang gila, pergi jauh, ketempat yang sepi tanpa siapapun untuk mati dan lenyap, hanya menyisakan ingatan bagi orang-orang yang memang ingin mengingatku. "karena keberadaan kita hanya momok saja" jadi kupikir tidak ada alasan untuk tinggal lebih lama, disini, di dunia yang teramat indah untuk mereka.
All Rights Reserved
#11
depressed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alisa's Story
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • • EUTANASIA •
  • Her&Lass True Story
  • Luka & Lara (Completed)
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • If we can together
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]

'Aku cuma butuh "rumah pulang" aku capek mikir aku capek berjuang aku capek... Tapi aku cuma bisa nangis dan memeluk diriku sendiri , sampai rasa sakit kepalaku mulai sangat terasa .. aku fikir mati akan mengakhiri penderitaan ini , tapi bagaimna adikku? Bagaimana ayahku? Bagaimana kakakku? Aku tidak bisa melihat mereka sedih'. Begitulah tulisan seorang gadis yang sedang mengetik di atas keyboard nya. " Bahkan ibuku bukan tempat untuk aku pulang " gadis itu mendongakkan kepalanya yang terasa nyeri sambil menghembuskan nafas dari bibirnya " Aku capek bee... Aku capek dan semua orang tau seberapa menyedihkannya diriku" kedua gadis itu berpelukan, satu diantaranya melepaskan pelukan itu "lo itu egois lis!" "gw gk egois.." "lo terus terusan merasa klo lo yg paling sakit padahal nggak!" "hehee lo nggak bakal ngerti! Kalian gk bakal ngerti karna kalian gk ngerasain jadi gw.." Nadia alisa seorang gadis berusia 17th yang merasa dewasa sebelum waktunya dan merasa sendirian k etika kehilangan seseorang yg sangat disayanginya. "aku kangen banget. Jemput aku.. Nek" Cerita yang penuh emosi masalah keluarga cinta dan depresi Ceritanya mentok sama si cewek karna ini cerita saya sendiri yaa tapi full banyakan realita daripada halunya maklumin ajalah yaa sekalian curhat hehee

More details
WpActionLinkContent Guidelines