FEBIAN [ON GOING]

FEBIAN [ON GOING]

  • WpView
    Membaca 2,813
  • WpVote
    Vote 893
  • WpPart
    Bab 25
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jan 21, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
{ON GOING} "Mau roti?" Akhirnya sapa Naira setelah merasa bimbang, dan mengulurkan sebungkus sari roti miliknya. "Eh?" Tentu saja reaksi Febian sangat terkejut, dan sempat berfikir 'ini kan cewek yang tadi didepan toko bunga juga' "Udah, ambil aja. Lagian udah lapar juga kan." Kata Naira meletakkan sari roti itu dalam telapak tangan Febian yang terbuka. "Makasih." Balas Febian menerima niat baik dari Naira. Tidak merasa ragu lagi, Naira langsung mengambil posisi duduk disamping Febian. Kemudian melahap sari roti terakhir miliknya. "Febian" Giliran Febian mengulurkan tangannya kearah Naira yang sedang menikmati rotinya. "Oh. Naira" Respon Naira sambil menjabat tangan Febian yang sangat dingin. Pengenalan yang sangat singkat itu harus berakhir saat bus yang akan membawa Naira pulang, sudah tiba. βœ“ Start : Maret 2021
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#420
ongoing
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Bidadari Rasa Setan (End)
  • Adellya
  • Di bawah naungan Sang Iblis [END]
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • I'm a Girl, Bos!
  • The Rainy Night || End.
  • KANARA [COMPLETED]
  • Let It Fall [Tamat]
  • [βœ”] πŽπ”π‘ ππ‘πˆππ‚π„π’π’
  • P R A G M A βœ“ (TERBIT & LENGKAP)

π†πžπ§π«πž : fiksi remaja | humor °°°°° "Lo ngapain ke sini?" "Mau ketemu papa. Papa udah pulang, bi?" "Papa siapa yang den maksud?" "Papanya Naya lah bi, siapa lagi. Gak mungkin papanya tetangga sebelah." Naya langsung menarik Anan keluar dari rumah. "Pulang atau gua panggil satpam, sekarang!" "Bi, kalau papa udah pulang kabarin ke saya lewat mata batin ya, bi." Sorak Anan dari luar pintu. "Udah minum 'kan?" Anan mengangguk cepat, "Tinggal dikasih makan sama menantu idaman Papi Wijaya aja nih." "Trus apa lagi yang lo tunggu? Sana pulang!" Naya langsung menutup pintu rumah dengan dentuman yang kuat. "Gilak, sopankah begitu? Coba tanya sama guru lo sopan gak begitu, woi!" Anan menghela napas panjang, "Susah ya kalau ngejar bidadari, apalagi bidadarinya kayak setan, astaghfirullah." °°°°° 𝐈𝐧𝐬𝐭𝐚𝐠𝐫𝐚𝐦: 𝐟𝐒𝐟𝐚𝐟𝐒𝐫𝐚𝐑 π‚π¨π©π²π«π’π π‘π­Β©πŸπŸŽπŸπŸ 𝐛𝐲 𝐟𝐒𝐟𝐚𝐟𝐒𝐫𝐚𝐑

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan