Rasa Yang Tersisa  ()

Rasa Yang Tersisa ()

  • WpView
    MGA BUMASA 13,267
  • WpVote
    Mga Boto 934
  • WpPart
    Mga Parte 10
WpMetadataReadMatureKumpleto Fri, Dec 19, 2025
Kisah cinta remaja dengan setting tahun 1996-1998 (Inspired by real story) Kisah tentang kehadiran cinta tak terduga, dan yang tak bisa dicegah diantara dua remaja pria. Pada masa di mana semua hal lebih sederhana, termasuk soal rasa. Kisah Rendra tanuwijaya seorang remaja yang berasal dari keluarga middleclass keturunan Tionghoa di Jakarta, yang akhirnya menemukan jati diri kalau dia ternyata jatuh hati kepada sahabatnya sendiri, Danu Alifurrahman. Dan ketika rasa itu bersambut keduanya harus berusaha menyembunyikan perasaan mereka di depan teman-teman, dan sahabat masa kecil Rendra, seorang cewek yang juga suka pada Danu. Bagaimana Rendra menghadapi kisah cintanya, dan juga kehidupan keluargany yang keturunan Tionghoa di akhir masa Orde Baru yang penuh pergolakan politik yang mendiskriminasi. Kalau teman2 penasaran, sebucin apa kisah cinta pada 25 tahun yang lalu, sebelum ada ponsel, sebelum ada medsos? Silakan di klik hehehe Walaupun cerita remaja, semua adegan percintaan dilakukan oleh tokoh yang sudah berusia 17 tahun ke atas (sesuai aturan wp) WARNING! LGBT story, 18+ dan memiliki konten dewasa. Jadi warning buat yang gak suka kisah LGBT jangan iseng baca. (Cerita ini telah selesai pada Maret 2021)
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The Villain Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • Nala dan Mas Juragan

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman