Bidadari Yang Terluka

Bidadari Yang Terluka

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 5, 2022
[Sequel Tasbih Cinta] Terpisah selama delapan tahun karena study ternyata tidak membuat perasaan keduanya hilang. Baik Shafyra Nur Az-Zahra atau Radit Al-Farizi, mereka masih saling mencintai. Namun, tak ada yang berani mengungkapkan perasaan satu sama lain sedikit pun. Akankah mereka terus seperti itu? Saling mencintai dalam diam tanpa berniat untuk menjadi pasangan halal? "Alhamdulillah, aku udah mengunjungi banyak tempat wisata di sini selama satu minggu, insyaa Allah besok aku pulang. Makasih ya untuk hari ini karena kamu udah nemenin aku," ucap Fyra. "Gak masalah." Radit menyunggingkan senyum setelah mengatakannya. "Kamu ... kapan pulang ke Indonesia?" tanya Fyra. "Besok saya harus kembali ke Kairo, menyelesaikan sesuatu sebelum pulang ke Indonesia. Kepulangan saja dipercepat minggu depan karena saya akan dijodohkan," ucap Radit dengan santainya, tanpa tahu jika hal tersebut melukai perasaan seseorang.
All Rights Reserved
#8
keyna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • A B I A N : Insaf Boy  [END]
  • Story of Andika & Alvira
  • You're My Alhamdulillah
  • Pangeran Syurga Khaliza (Completed)
  • Bumi Kaffah [End]
  • Tahajud Cinta Kayra (REVISI)
  • Love Till Jannah [END]
  • OPACRAPHILE [End]
  • Sinar Cinta Hulya

⚠️ follow sebelum baca⚠️ ⚠️No plagiat⚠️ Apakah ada seorang pria yang rela menunggu kepergian istrinya selama dua bulan, tanpa tahu pasti di mana keberadaannya, tanpa henti mencarinya meski hanya bayangnya yang tersisa? Tentu saja ada... Dia adalah Aidan Zayn Alfarizi seorang pemuda laki-laki yang tidak hanya mencintai dengan hati, tapi juga dengan ketulusan yang berlandaskan iman. Cintanya bukan cinta biasa. Ia mencintai dalam diam, dalam sabar, dan dalam doa yang tak pernah putus. "Cinta saya kepadanya, tak ada yang tahu seberapa dalam dan besarnya, kecuali lillahi ta'ala." ~Aidan Zayn Alfarizi~ ♡♡ "Itu adalah bukti dari saya. Al-Qur'an itu adalah Al-Qur'an yang pernah menemani perjuangan saya dalam menghafalnya. Saya memberikannya kepadamu sebagai bukti bahwa saya mencintaimu karena Allah. Saya ingin Al-Qur'an ini tidak hanya membawa keberkahan untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk wanita yang kucintai. Dan sekarang, giliranmu, gunakanlah Al-Qur'an itu untuk menemanimu dalam perjuangan menghafalnya." Kata-kata itu tak sekadar janji. Tapi juga adalah bukti bahwa cinta sejati yang membawa menuju kebaikan, bukan sekadar romansa kosong. Namun takdir berkata lain. Cinta mereka diuji. Layla Zahra Al-Farah, wanita yang dicintai Aidan, sekaligus istrinya, menghilang. Selama dua bulan, Aidan terus mencarinya. Ia tak pernah berhenti berharap, meski yang lain menyuruhnya menyerah. Akan tetapi Ia percaya, cinta yang ditanam karena Allah tak akan tumbuh sia-sia. Apakah takdir akan mempertemukan mereka kembali? Ataukah mereka harus merelakan cinta itu terkubur oleh waktu? 📖 Yuk, ikuti kisah Aidan dan Layla. Kisah tentang rindu yang tak terucap, kehilangan, dan cinta yang menuntun menuju Allah. 💗 Jangan lupa vote dan komen ya! Dukungan kalian sangat berarti untuk kelanjutan cerita ini. Jangan jadi pembaca gelap, karena satu dukungan kecil dari kalian bisa menjadi cahaya bes

More details
WpActionLinkContent Guidelines