Mengejar Kiblat Cinta

Mengejar Kiblat Cinta

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 16, 2021
Dua gadis cantik memiliki hubungan yang sangat erat menyatukan dua kepribadian menjadi satu, dan segala yang mereka punya menjadi milik bersama. "Punya Kai adalah punya Zoe dan punya Zoe adalah punya Kai juga, yeeeh" Ungkap mereka bersamaan memutuskan untuk berprinsip bahwa segala hal yang mereka punya adalah milik bersama. Sampai akhirnya prinsip yang mereka buat sendiri datang mengutuk salah satu dari mereka secara bertubi tubi. Mengiris sikit demi sedikit kebahagiaan yang ia punya. Tentang pengorbanan berujung penderitaan. Cinta datang mengutuk salah satu pihak secara bertubi tubi hingga tetesan terakhir air mata. Akan kah ia menemukan Cinta nya? atau mungkin lebih memilih pengorbanan? mungkin kah datang kebahagian lainnya yang jauh lebih baik? Biarkan saya memulai awal kisah ini dimulai....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗞𝗮𝘁𝗮"
  • HALAL BERSAMAMU
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • Let Of You
  • dari Dhuha untuk Wafa [END]
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Kesempatan?
  • The Perfect Boy ✔

Cinta datang dalam berbagai bentuk, di waktu yang berbeda, dan pada hati yang tidak selalu siap menerimanya. Di kota yang sama, dalam kehidupan yang berbeda, ada dua gadis yang merasakan getaran cinta pada masa yang tidak pernah beriringan. Yang pertama, jatuh cinta terlalu cepat. Ia memberikan segalanya, mengorbankan hatinya tanpa takut terluka. Baginya, cinta adalah pengorbanan, adalah perjuangan tanpa henti. Namun, sekeras apa pun ia berusaha, takdir tidak pernah berpihak. Ia belajar bahwa terkadang, cinta saja tidak cukup untuk bersama. Yang kedua, jatuh cinta ketika ia sudah terbiasa sendiri. Cinta datang perlahan, mengisi celah yang sebelumnya dibiarkan kosong. Tidak ada janji, tidak ada harapan yang terlalu tinggi, hanya rasa yang tumbuh tanpa dipaksakan. Tapi meskipun ia sudah lebih berhati-hati, semesta kembali mengajarkannya bahwa cinta tidak selalu bisa dimiliki. Dua hati. Dua kisah. Dua waktu yang berbeda. Namun, pertanyaan yang sama selalu menghantui mereka: Apakah cinta memang selalu datang untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines