Terbuang
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 10, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Ibu hanya memeluk ku erat dan menuntun langkah ku menuju rumah. Dengan langkah tertatih dan pikiran kacau yang penuh tanda tanya, aku menuruti kemauan Ibu untuk berteduh di bawah atap rumah. Yang terjadi ini sangatlah mengores luka di dalam hatiku. Sebuah goresan yang bekasnya tak akan bisa hilang walau waktu berlalu dan menutupi jejak.
All Rights Reserved
#34
terbuang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Time Is My Time
  • cinta yang akan menghampiri kita
  • My Destiny
  • Rumah baru untuk Ibu
  • PELUKAN AYAH RUMAH SEBENARNYA (Sudah Terbit)
  • " SEDARI DULU "
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • My dream in the sunset
  • aku hanya ingin bahagia

Di kala sakit melanda,di tengah angin yang meniup mu terbang jauh,tolong kembali pulang kepada ku. disaat tuhan memanggil mu,sampaikan pada nya ada hati menunggu raga mu untuk sadar dan memeluk jiwa ku yang rapuh disaat tuhan menunggu kepulangan mu,berbalik lah,ada aku berusaha untuk menarik mu pulang meski aku sudah terluka parah,air mata berjatuhan Aku tetap berusaha menggapai mu untuk kembali ke rumah ku,rumah kita jangan hiraukan takdir yang menulis bahwa kamu hanya sementara tapi aku bisa mencoret tulisan itu menjadi kamu hanya milik ku aku bukan tuhan yang bisa mengubah segala nya,aku tidak bisa melawan takdir,aku hanya jiwa yang penakut tapi untuk dirimu aku rela mengemis,meminta, bersujud tanpa ampun dan memohon belas kasih yang kuasa agar kamu tetep bertahan pada ku

More details
WpActionLinkContent Guidelines