Takdir Alena

Takdir Alena

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 18, 2020
"Kau baik-baik ya disini, jangan nakal ataupun berusaha untuk kabur dari sini, karena semua itu akan sia-sia saja. Kau tidak akan bisa kabur dari rumah ini, itu semua akibat dari kau sendiri yang sudah terlalu banyak tau yang seharusnya tak kau ketahui." Setelah itu ayah langsung pergi keluar kamar, menutup pintu kamar, dan aku mendengar pintu kamar dikunci oleh ayah, aku hanya bisa menatap pintu itu dengan tatapan mata yang penuh dengan air mata. Aku mengalihkan pandangan menatap langit-langit kamarku, aku melihat merekapun ikut bersedih kala melihatku seperti ini. Seakan-akan mereka bisa merasakan apa yang sekarang sedang aku rasakan. "Kenapa kalian masih disini? Bukankah aku sudah mengusir kalian agar pergi dari sini?" Orang lain yang melihatku saat ini yang berbicara sendiri pasti menganggap aku aneh atau gila, tapi aku tidaklah berbicara sendiri melainkan ada beberapa arwah penasaran yang tersesat di kamarku. Aku tidak terlalu suka dengan kelebihanku ini, karena semua orang menganggapku aneh, sering berbicara sendiri hingga aku dijauhi bahkan diasingkan, tidak ada yang mau berteman denganku di dunia nyata ini. "Kenapa kalian tidak menjawab? Hiks ... Kenapa kalian masih saja di sini? Aku tidak mau melihat kalian semuaaa!" Teriakku dalam isakan. Aku kembali pada isakan tangis karena terlalu sesak dadaku untuk menerima semua kenyataan yang pahit ini, ingin rasanya aku pergi saja dari dunia ini. #Sri_id #Indahws_04
All Rights Reserved
#132
realita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • ALTER EGO (TAMAT)
  • Di Balik Nama Zella
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • Full Of Scratches
  • You are in my past and my future [END]
  • cinta untuk sang nona
  • M E M O R Y  (On Going)
  • i love komandan S1-♡
  • dimana janji tersebut

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines