Not "her"

Not "her"

  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 19, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"nyatanya kita tidak bisa menjadi selain diri kita sendiri tentang dan dalam apapun itu." __________________________________ Berdiri disebuah cinta dengan pelabuhan yang tak menginginkannya adalah sebuah permainan yang sangat menyakitkan, Retta begitu panggillannya, dengan berani menenggelamkan diri disebuah lautan dengan izin sang tuannya yang telah bertuan-Reyllo. Sakit, namun ia bertahan. Tangis pun menjadi hari-harinya. Kenyataan sangat kejam namun ia tetap tidak ingin dirinya keluar. Dia egois. "Rey, aku sakit melihatmu sakit, tapi aku jauh lebih sakit saat kau menyakitiku. Aku hanya membencimu, bahkan tak bisa dipungkiri aku tidak bisa berhenti peduli padamu." SEIRETTA~ Let's check! Hope you enjoy!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Cindy & Claudya (Republish)
  • 2nd Bite of The Cherry
  • HOODIE GIRL
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN -  REUPLOAD
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • 224: Today, Tomorrow, Forever
  • TWO HEARTS, ONE WINNER [Tamat]
  • Crazy, But She's Mine(21+)

"Kamu harus merencanakan kehamilan segera setelah menikah dan memiliki anak secepat mungkin." Yerin Fadhillah mengangguk tanpa gentar. Dia tahu-cinta tak pernah benar-benar jadi bagian dari kesepakatan ini. Dia menerima syarat itu tanpa ragu. "Kamu yakin bisa menjalaninya?" Suara pria itu dalam, nyaris berbisik, namun menyisakan gema yang menyayat. "Aku akan berusaha. Setiap hari. Sepenuh tenaga." "Ya, aku bisa melakukannya." Yerin berpikir bahwa dengan banyak usaha, seorang anak akan segera hadir diantara mereka. Dia berharap cinta suaminya akan semakin dalam ketika mereka memiliki anak. Dia percaya bahwa tidak akan ada lagi kehidupan yang sepi dan menyesakkan setelah mereka punya anak. Namun, harapan itu hancur lebur setelah dua tahun pernikahan mereka. "Maaf... dengan kondisi seperti ini, peluang untuk bisa hamil sangat kecil." Suara dokter tenang, seakan tak sadar dia baru saja menjatuhkan palu pada harapan terakhir Yerin. Saat itulah dunianya menjadi sunyi dan hening. Tak ada tangis.... Tak ada teriakan.... Hanya suara deru napasnya sendiri yang tidak teratur, tiba-tiba terasa terlalu berat untuk dilanjutkan. ISTRI SETELAH CINTA

More details
WpActionLinkContent Guidelines