We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Our Destiny

Our Destiny

  • WpView
    Reads 1,425
  • WpVote
    Votes 363
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, May 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak semestinya sebuah tawa menjadi penghantar luka. Seharusnya tawa adalah sesuatu yang membagi suka. Tak melulu hal yang membahagiakan, tetapi tidak pula hal yang mengundang kesedihan. Namun, apa jadinya jika dalam setiap tawa yang tercipta tersirat sebuah gambaran menuju kematian? Menunjukkan rentetan kejadian sebelum seseorang dijemput oleh malaikat maut? Terlebih ketika kita mengetahui, namun sialnya tak dapat berbuat sesuatu sedikit pun? Setidaknya, mencegah agar tidak berakhir buruk. Seorang gadis dengan kemampuan yang orang lain tak punya. Yakni, melihat setiap kematian seseorang melalui tawa yang tercipta. Anehnya, ia tak dapat melihat bagaimana jalan menuju kematianya sendiri. Namun, dari sekian banyak kematian yang ia lihat, ia merasa aneh dengan kematian seseorang. Seseorang yang sangat jarang tertawa, dan jalan kematian yang selalu berubah ketika tawa itu bergema. Kisah perjalanan Maudy Larasati dan Aditya Dimas Sanjaya yang penuh liku. Mencoba sedikit merubah takdir yang mustahil dilakukan oleh tangan kecil mereka. "Ini semua bukan keinginanmu dan juga bukan kesalaham Tuhan." Start : 20/02/20 Finish : 25/03/20 ©aradokyung TiaraAjeng
All Rights Reserved
#693
teenlitindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eccedentesiast
  • Bad Revenge || I'm Sorry
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Never Rewarded [END]
  • Eimaikala
  • [TAMAT] GENDANA : Satya Timun Mas
  • Benalu [Terbit]
  • AYKARLAND
  • JUST D [Who Are You?] [END]

Namanya, Mentari Khalila Hasan. Lebih akrab disapa, Riri. Senyumnya, secerah mentari dipagi hari. Namun, siapa sangka dibalik sebuah senyum cerahnya, tersimpan banyak kepalsuan. Seolah senyum yang ia tampilkan didepan semua orang hanyalah topeng, atau kamuflase untuknya bertahan hidup didunia yang keras ini. Mungkin Mentari adalah salah satu contoh dari berbagai macam orang didunia ini, yang bersembunyi dibalik topeng "smile" nya agar tidak terlihat menyedihkan. Terkadang orang yang paling banyak tertawa dan selalu mengumbar senyuman adalah mereka yang pintar menyembunyikan lukanya. Begitulah realitanya, banyak orang tersenyum tapi hatinya menangis. Bahkan ada orang yang baik didepan, tapi nyatanya menusuk diam-diam. Ada juga yang seolah membenci, padahal nyatanya menyukai. Pada dasarnya, apa yang kita lihat dan dengar itu belum tentu apa yang sebenarnya terjadi. Isi hati seseorang tidak ada yang tahu, selain dirinya sendiri dan Tuhan-nya. "Aku seperti siang yang tak pernah melihat malam. Seperti bulan yang selalu kesepian, dan seperti mentari yang selalu bersinar. Meskipun tiada yang tahu bahwa sinarku adalah palsu." - Mentari Khalila. 🌻🌻🌻 "Kemarin malam kamu jalan sama siapa ?" Gadis itu menatap lelaki didepannya penuh tanya. "Siapa yang bilang ?" Ucap lelaki itu lalu tersenyum miring. "Ada, kamu gak perlu tahu." Ujar gadis itu lalu menatap lurus kedepan. "Itu cuma sepupu, bukan siapa-siapa." Ucap lelaki itu. Gadis itu membisu ditempatnya. Lelaki itu menatap gadis yang tengah duduk disampingnya, "kamu kenapa?" Dengan segera gadis itu menggeleng, "aku gapapa." Ucapnya lalu tersenyum. "Kamu marah ?" Ucapnya sambil menatap gadis itu. Lagi-lagi gadis itu menggeleng lalu tersenyum, "aku percaya sama kamu." Lelaki itu pun balas tersenyum. 🌻🌻🌻 @TeenlitIndonesia FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, VOTE AND COMENT ?

More details
WpActionLinkContent Guidelines