Veero [ON GOING]

Veero [ON GOING]

  • WpView
    GELESEN 311
  • WpVote
    Stimmen 26
  • WpPart
    Teile 10
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Sa., Feb. 26, 2022
WpInfo
Belletristik
Romantik
"Aku mau kita sama-sama lagi!" sejenak Feea tertegun mendengar penuturan Veero, bagaimana tidak setelah bertahun lamanya dia kembali dan dengan gampangnya menyatakan hal itu, bukan Feea tidak mau hanya saja, masih pantaskah mereka bersama setelah kejadian kelam itu, meski tak dipungkiri debaran dihatinya masih ada, masih sama, tapi keadaannya sekarang berbeda dia adalah orang yang sama dengan jati diri yang berbeda. "Aku tidak bisa, mengertilah!" meski dia tau Veero sedikit kecawa dari pancaran matanya, tapi dia bisa apa?, menangis pun rasanya percuma. Cukup tahun-tahun sebelumnya dia menangisi segalanya. Sekarang, tidak lagi! "Tapi kenapa?" masih belum kah dia paham dengan keadaan. Ini bukan hanya tentang kita. Tak mengertikah dia dengan rasa kecewa. Bukan hal mudah melupakan segalanya, sakit itu masih amat terasa menusuk relung hatinya. Tapi tak tahukah dia dengan semua itu. Menghembuskan nafas pelan Feea berujar, "Karena kamu bukan milik aku lagi.." hanya kata itu yang pantas menggambarkan betapa hancurnya dia saat itu, betapa terlukanya dia saat tau segalanya, dan semua pengorbanannya sia-sia, berakhir dengan rasa kecewa. Rank #6 in Thunder /210528/
Alle Rechte vorbehalten
#43
menyebalkan
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • 244 Days to Hurt You
  • Prince Untuk Alea
  • Hema Akasha.[Telah Terbit]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • I HATE YOU For Not Letting Me Have You  [END]
  • Perder El Amor
  • Replaced With Happiness
  • NAREVAN ✔️
  • ☽ 𝐏𝐎𝐒𝐄𝐒𝐈𝐅 𝐇𝐔𝐒𝐁𝐀𝐍𝐃 {𝐁𝐚𝐧𝐠𝐢𝐧𝐡𝐨 𝟐𝟏+} ☾ -𝐄𝐍𝐃-✔

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien