Tell Me Honestly

Tell Me Honestly

  • WpView
    LECTURAS 14
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, feb 27, 2021
Entah sebuah kesialan atau keberuntungan bagi Hellen untuk jatuh cinta pada senior yang galak, bermulut pedas namun tampan. Namun siapa sangka kalau sikap senior itu berbanding terbalik dengan perkataannya yang membuat Hellen jatuh lebih dalam. "Besok terlambat lagi aja, lo keliatan bodoh banget hormat sendirian di tengah lapangan." "Buat lo aja nih airnya, gue lagi pengen sedekah ke fakir miskin." "IQ lo berapa sih? Ngiket tali sepatu aja ga becus."
Todos los derechos reservados
#48
lion
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Empty | 00L NCT Dream
  • Rewrite The Star || NCT WISH {END}
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Get It || Yuta x Momo
  • Arshaka Heizen Lergan
  • ⓜⓘⓝⓔ ⓘⓢ ⓜⓘⓝⓔ°YuWin
  • Mobile Legends • Na Jaemin [✔]
  • BLUE 📖 (✔)
  • Preman ft Yuta✓

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido