Purnama dan Mentari

Purnama dan Mentari

  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 119
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 10, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Ical itu berisik, tapi Nata nggak suka orang berisik. Ical itu baik, tapi Nata suka berpikiran buruk tentang kebaikan. Ical itu perhatian, tapi perhatiannya buat Nata bingung. Itu tulus atau sekadar uji coba. Ical itu nakal, tapi Nata sering taat aturan. Dari segi apa pun mereka jelas berbeda tapi bukan Ical namanya kalau harus mundur sebelum berjuang. Bagi dia, kalau target sudah ditetapkan hukumnya wajib untuk maju. Mundur diperbolehkan hanya ketika kesempatan itu tidak datang sama sekali. .................................................................. "Jadi pacar gue, ya?" Nata mendelik kesal. Untuk kesekian kalinya cowok di sampingnya ini melontarkan permintaan yang sama. "Gue nggak mau pacaran sama lo." "Kenapa?" "Lo nggak pernah serius dalam hal apa pun." Nata menatap tajam. "Dari awal, lo cuma penasaran tentang gue. Cal, gue udah cukup paham cowok modelan lo kayak gimana." Nata beranjak pergi dari kantin tapi Ical menahannya. "Pegang omongan gue." Kali ini Ical berubah serius. Selama mengenal Ical, ini pertama kali Nata melihat Ical seserius ini. "Sekali lo digenggaman gue, nggak bakal gue lepas, Nat. Nggak bakal semudah itu." "Kalau gitu gue pastikan, gue nggak bakal jatuh digenggaman lo." Namun, masa depan siapa yang tahukan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Favorite Wound
  • Arsyilazka
  • CLAUSTRUM || End✓
  • ANANTA [COMPLETED]
  • ||Perjodohan||✓
  • KIARILHAM【END】
  • BarraKilla
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Capricorn

• 𝘔𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘧𝘢𝘷𝘰𝘳𝘪𝘵𝘬𝘶 • ―ꦱꦏꦶꦪ [TAHAP REVISI, SABAR] ⚠️DILARANG KERAS MEMPLAGIAT KARYA INI DALAM BENTUK APAPUN!!!⚠️ ----------------------------------------------------------- Setelah sekian lama terombang-ambing dalam deburan ombak, kisah Prana dan Kiya harus kembali diuji. Prana yang sudah berjanji pada Tuhannya untuk tidak ikut campur lagi dengan kehidupan Kiya mau tidak mau harus pergi meninggalkan cewek malang yang tengah terbaring sekarat di atas brankar rumah sakit itu. ••• "Setelah kamu sembuh, temui aku di alamat itu," pinta Prana. "Kamu harus janji buat terus berjuang sampai operasi kamu berhasil nanti." Sebelum kepergiannya, pesan yang ingin disampaikannya pada Kiya cuma satu: Jangan mati! ----------------------------------------------------------- Cover cr : Pinterest (@sungsdown)

More details
WpActionLinkContent Guidelines