REVENGE : Maple Leaf Sheets || Ljn  [✓]

REVENGE : Maple Leaf Sheets || Ljn [✓]

  • WpView
    LECTURES 4,993
  • WpVote
    Votes 1,529
  • WpPart
    Chapitres 46
WpMetadataReadTerminé dim., déc. 5, 2021
Penderitaan yang tak kunjung berakhir, rasa sepi yang setiap harinya terasa menenggelamkan, traumatik yang tak kian membaik. Jenovan Graha Rawangsa, seorang lelaki penderita post-traumatic stress disorder, memilih untuk tetap melanjutkan hidup walau hanya mendapatkan bagian terpahit. Mimpi yang terus saja datang di setiap malam menghantuinya, membuat anak itu kukuh untuk membalaskan dendam. Hidupnya tak tentram barang satu malam. Jenovan Graha Rawangsa harus menemukan si pembunuh keji agar dirinya dapat tertidur dengan tenang. Pasti! ______________🍁 Writeen by: @WrittinSun On collaborition with: @WrittinMoon Start: 4 Juli 2021 Done: 5 Desember 2021 Status: completed
Tous Droits Réservés
#365
sunwoo
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Renjana [COMPLETED]
  • DEARY Renjun [END]
  • Lucid Dream✔ • Heejin Jeno
  • BEST BROTHER [ NCT DREAM ] {END}
  • YOU FOR ME
  • 7 New Heroes & Jaemin
  • [3]✔️End of The Mafia : FINALE °'|| NCT2020
  • Mr. Lee | Noren
  • I Hope You Hear Me ¦ Jisung NCT[✔]
  • Snow || Na Jaemin [END]

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu