Best Friend for Life

Best Friend for Life

  • WpView
    Reads 2,319,577
  • WpVote
    Votes 49,797
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 16, 2021
Satu sentuhan di kakiku berlanjut pada ciuman liar, hingga membuat sekujur tubuhku bergetar. "Ian," terdengar suara rendah dan seksi. Mataku tertutup, tidak dapat merespon maksud ucapan pria itu, karena pikiranku teralihkan dengan dia yang mengecupi pipi, dagu dan leherku. "Uuh," hanya desahan yang keluar dari mulutku. "Ian, namaku Ian. Siapa namamu, sayang," pria itu tertawa kecil. "Aaaaah," desahanku menjadi saat mulutnya menggigit payudara yang masih terbungkus bra dibalik gaun merahku. Tangannya membelai daerah kewanitaanku yang juga masih tersembunyi. Aku terkesiap, mataku pun terbuka menyaksikan pria itu menunduk dan mencium bagian intiku yang teramat basah. Kesadaranku telah penuh, setelahnya aku mendorong tubuhnya menjauh. Note : Cerita ini dimaksudkan untuk pembaca dewasa (18+).
All Rights Reserved
#120
nina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • iL Legame (tamat)
  • Be Mine (TAMAT)
  • Emotion Love
  • Nothing, But You...
  • Girl In White Lingerie (COMPLETED)

Pintu di depanku berderit perlahan, bersamaan dengan daun pintunya yang membuka sedikit demi sedikit. Menyembulkan sosok cowok bertubuh tinggi berkulit kuning langsat, berhidung mancung, bermata tajam serta beralis lebat. Sebelah kiri telinga cowok itu terpasang tindik kecil. Melihatku, dia sama sekali tak berekspresi, datar-datar saja. tak terlihat terganggu ataupun marah. Justru aku yang merasa sedikit gugup, berkali-kali ku remas ujung gaun tidur yang kupakai untuk menghalau degup. Degup yang datang tiba-tiba saat mata tajamnya menatapku dengan cara seperti itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines