Best Friend for Life

Best Friend for Life

  • WpView
    Leituras 2,319,425
  • WpVote
    Votos 49,797
  • WpPart
    Capítulos 30
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, set 16, 2021
Satu sentuhan di kakiku berlanjut pada ciuman liar, hingga membuat sekujur tubuhku bergetar. "Ian," terdengar suara rendah dan seksi. Mataku tertutup, tidak dapat merespon maksud ucapan pria itu, karena pikiranku teralihkan dengan dia yang mengecupi pipi, dagu dan leherku. "Uuh," hanya desahan yang keluar dari mulutku. "Ian, namaku Ian. Siapa namamu, sayang," pria itu tertawa kecil. "Aaaaah," desahanku menjadi saat mulutnya menggigit payudara yang masih terbungkus bra dibalik gaun merahku. Tangannya membelai daerah kewanitaanku yang juga masih tersembunyi. Aku terkesiap, mataku pun terbuka menyaksikan pria itu menunduk dan mencium bagian intiku yang teramat basah. Kesadaranku telah penuh, setelahnya aku mendorong tubuhnya menjauh. Note : Cerita ini dimaksudkan untuk pembaca dewasa (18+).
Todos os Direitos Reservados
#725
ian
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Emotion Love
  • Be Mine (TAMAT)
  • [COMPLETED] 7 Days
  • Secarik Kertas Pengantar Tidur
  • Girl In White Lingerie (COMPLETED)
  • Izinkan Aku Menyayangimu
  • THE S*X TAPE
  • Angkasa #1 Unstoppable Love Series

"Apa yang kau lakukan Anye?" Tanya orang itu dengan angkuhnya. Anye. Gadis itu tidak bergeming di tempatnya. Pandangannya buram. Bukan ini yang ia pikirkan. Apa begini cara memperlakukannya setelah ia mengatakan mencintai laki-laki itu. Bukankah ini terlalu kejam. "Apa yang kau lakukan Anye?" Laki-laki itu mendekat. Menarik lengannya hingga Anye tersentak mendekat ke arahnya. "Apa kau berpikir jika semua kebaikanku berarti aku mencintaimu?" Lanjutnya kejam. "Aku..." Anye kehabisan kata-katanya. "Kau bilang.. bukan..." "Katakan yang jelas Anye. Aku tidak mendengarmu." Bisiknya tepat ditelinga gadis itu. Menahan suaranya agar tidak mengerang. Anye, gadis itu terdiam. Membiarkan nafas laki-laki itu menggelitiki telinga sampai ke lehernya. "Apa kau tidak pernah sekalipun menyukaiku?" Tanya Anye tertahan. Hardin tersenyum miring. "Pernah. Tentu aku menyukaimu Anye." Sesaat dada Anye terasa sedikit lega sebelum akhirnya laki-laki itu melanjutkan kata-katanya. "Kau baik. Aku menyukaimu sebagai teman yang mau berbagi keintiman denganku. Seperti ini....... Next to the story→ #1 adult 27/1/22 #1 mature 27/1/22 #5 romance 6/2/22

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo