Menunggu subuh

Menunggu subuh

  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoConcluida lun, dic 21, 2020
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
Prasetyo hanya menggangguk, sambil memegang cangkir kopi di depannya dan mendinginkannya pelan perlahan. Dia hanya meniup pelan sesekali menghirup aroma kopi yang segar dan sangat nikmat. Ketika bibirnya sedikit menyentuh permukaan kopi dan ingin menyeruput...
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • The Coffee Crush | On Going
  • Hazel's Café
  • GEMPAR AND THE COFFEE THEORY
  • Nona Teh dan Tuan Kopi [TERSEDIA DI TOKO BUKU]
  • Unforgettable Serenade [Phasa]
  • Squirt JOB.

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido