Sate Rindu
  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 14, 2020
"Mulia tidaknya seseorang bukan diukur dari nasab keturunan nang, tapi justru diukur dari kadar ketaqwaannya pada Allah Sang Maha Pencipta." Begitu nasehat Eyang. "Lalu kenapa mereka meng-istimewakanku berlebihan Eyang? seolah mereka menganggap, Aku dan mereka berbeda." keluhku dibawah temaram lampu petromaks yang mulai meredup. Eyang hanya mengelus kepalaku pelan. "Tahun depan kamu mondok ya nang, biar paham dengan keadaan." Sahut Eyang. Ah entahlah. Bukankah disini sama saja dengan di pondok?? Toh Aku tetap belajar, ikut musyawarah, sekolah, pun tak pernah absen setoran hafalan nadzom. Aku mengangguk saja. Barangkali memang harus mondok agar Aku tau jawaban dari keganjilan yang mengusik pikiranku saban hari.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Diary
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML
  • TRAUMATIZED🪽(END)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • TIME will TELL {On Going}
  • Aku Tidak Ingin Seperti Ini
  • Pretty Careless
  • ONLY SIX BOYS
  • THREE LITTLE FOXES (END)
My Diary

Kata siapa jatuh cinta itu ada batas usia Kata siapa jatuh cinta itu harus sebaya Toh cinta datang dari hati yang bermetamorfosa menjadi sayang Bahkan kita sendiri tidak tahu kenapa bisa timbul rasa cinta Karena definisi cinta sejati tak akan bisa tergambar dengan kata kata buaya Ia tak akan bisa dibatasi usia Ia datang dengan tulus dan menetap dengan bahagia Kawanku, mari aku ceritakan kisah cinta sederhana ini Sebelum itu, pernahkah kalian jatuh cinta pada sosok yang lebih tua Maksudku, 2 bahkan 3 tahun diatas kalian walaupun aku sadar, bahwa bersama dengannya adalah suatu kemustahilan kerena tasbihku tak akan bisa pernah bersatu dengan kalung salibnya sampai saat ini perasaan itu tak tergantikan Entah bagaimana dia membuatku bisa sejauh ini mencintainya Entah bagaimana dia menbuatku menetap dengan sengsara Bahkan jarak dan waktu memisahkan kami Kita juga tak pernah dekat sebagai orang special dimasa lalu Hanya bertutur sapa layaknya adek kelas 1 tahun, ya hanya 1 tahun aku mengenalnya Lalu ia melanjutkan mimpinya ke kota nun jauh disana Dan 9 tahun, ya 9 tahun aku menyimpan perasaan bodoh ini Banyak orang baru yang kutemui, banyak orang baru yang masuk kehidupku Tapi tidak ada yang membuat aku mencinta seperti aku mencintainya Menangis seperti aku mengeluarkan air mata hanya untuk sosoknya Merana hanya memandang status WA tanpa bisa membalas sesuka Meratap sosok gagah berani dengan panah dan kudanya Aku hanya gadis beranjak dewasa yang memimpikan pangeran berkuda putih datang dengan gagahnya Bisakah dia menjadi pengeranku? Bisakah dia membawaku dengan kudanya layak Ertugrul Ghazi membawa Halime Hatun di series Turki yang aku tonton Bolehkan aku bermimpi demikian?

More details
WpActionLinkContent Guidelines