Story cover for Daisy's Diary by callmeda_
Daisy's Diary
  • WpView
    Reads 432
  • WpVote
    Votes 211
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 432
  • WpVote
    Votes 211
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Dec 12, 2020
Happy Reading❤️

"Nggak ada yang bisa di percaya dari seorang pembunuh sepertimu, Daisy!" ucapnya penuh penekanan.

"Ta-tapi, Kak. Bukan aku pembunuh mereka," ucapnya dengan bergetar.

Bagaiman jika hubungan dua bersaudara diselimuti oleh kebencian dan dendam?

Tak ada yang benar-benar bisa dilupa dari sebuah kenangan.
Semuanya akan tetap ada, walaupun terasa sakit jika mengingatnya. Namun, untuk melupa aku tak bisa.

Aku butuh Mama.
Aku butuh Papa.
Aku butuh bahu mereka.
Aku juga ingin di mengerti, Tuhan.
Aku ingin seperti dia, dia, dan yang lain.
Bukan hidup seperti ini yang aku mau.

"Ma, Pa. Daisy sayang kalian." 


Followig:@firdaaa.23
Followwp:@Callmeda_
All Rights Reserved
Sign up to add Daisy's Diary to your library and receive updates
or
#920teman
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dibalik Tawa  cover
SERENDIPITY [COMPLETED] cover
Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit) cover
Mental Disease cover
Asha's Notes [Tamat] cover
Stuck In Confusion (COMPLETED)  cover
ZiellZara [ON-GOING] cover
Queenza (End) cover
Jiwa yang Terluka {On Going} cover
Amour (COMPLETE) cover

Dibalik Tawa

16 parts Complete

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku