Daisy's Diary

Daisy's Diary

  • WpView
    Reads 436
  • WpVote
    Votes 211
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 26, 2021
Happy Reading❤️ "Nggak ada yang bisa di percaya dari seorang pembunuh sepertimu, Daisy!" ucapnya penuh penekanan. "Ta-tapi, Kak. Bukan aku pembunuh mereka," ucapnya dengan bergetar. Bagaiman jika hubungan dua bersaudara diselimuti oleh kebencian dan dendam? Tak ada yang benar-benar bisa dilupa dari sebuah kenangan. Semuanya akan tetap ada, walaupun terasa sakit jika mengingatnya. Namun, untuk melupa aku tak bisa. Aku butuh Mama. Aku butuh Papa. Aku butuh bahu mereka. Aku juga ingin di mengerti, Tuhan. Aku ingin seperti dia, dia, dan yang lain. Bukan hidup seperti ini yang aku mau. "Ma, Pa. Daisy sayang kalian." Followig:@firdaaa.23 Followwp:@Callmeda_
All Rights Reserved
#2
iba
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • HIDDEN I (The End)
  • 2 AYDEN ✓
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • Amour (COMPLETE)
  • Asha's Notes [Tamat]
  • Queenza (End)
  • Jiwa yang Terluka {On Going}
  • DUDA COOL(END)

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines