My Handsome Devil

My Handsome Devil

  • WpView
    Reads 5,820
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 9, 2014
WpInfo
Fiction
Romance
" walaupun kita cewek.. kita tetep akan kalahin kalian semua yang berani tantang kita.. dan kita gak akan gampang jatuh cinta sama cowok yang cuma modal mulut dan tampang doang " Black Angels " kita cowok-cowok kece yang bakal luluhin hati kalian semua.. terutama gadis-gadis yang berani tantangin kita.. dan lihat aja apa yang bisa kita lakuin ke kalian cewek-cewek manis " White Devil Akan kah mereka bisa bersatu, menjadi sahabat dan teman ataukah mereka akan tetap bermusuhan ? Kisah hidup para anggota Imperial Club anggota pembalap liar terbesar didunia. Cerita tentang masalalu mereka yang buruk lalu masa depan mereka yang penuh warna dan rintangan..
All Rights Reserved
#26
paris
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Bad Girl Must Dating with Good Boy | Jaerose [END]
  • Davin
  • Bumblebee {Nohyuck} Going To Season 2
  • [NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔
  • Perihal Sandwich(End)
  • NOT SAME (COMPLETE)

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines