Sunyi
  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Wed, Dec 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Cinta mungkin bisa indah dan terkadang cinta juga bisa mengerikan". Dengan rasa sakit kita dapat belajar arti dari, kata terpuruk dan bangkit. Yang terpuruk akan membuat hidupnya tidak ada kemajuan dan yang bangkit akan membuat hidupnya semakin berwarna. Kesimpulan.. Temukan apa yang kamu cintai, dan buatlah disetiap rasa sakit sebagai obat untuk melangkah kedepan agar lebih indah. Meskipun obat itu terasa pahit, minumlah! karena kamu membutuhkan obat tersebut untuk mengobati luka-lukamu. Jangan hanya terdiam, terpuruk, dan menerima semua takdir Tuhan! Takdir kapan saja bisa berubah jika sobat mau berusaha dan tetap semangat untuk melangkah maju. Oke, tanpa basi-basi.. Novel ini... Berisikan cerita tentang, seorang remaja didalam kehidupannya mengalami banyak kejadian-kejadian emosional yang tak terduga. semisal, rasa kesal, marah, kecewa, bahagia, dan lain sebagainya. Itu saja kali ini yang bisa saya sampaikan karena ini adalah awal saya membuat novel, semoga pembaca dapat menikmati kisah-kisah dan hal yang menarik dari novel ini... Serta mengambil pelajaran dari setiap kejadian-kejadian yang diambil dari kehidupan nyata.. Oh iya satu lagi, jika ada kekurangan disetiap penulisan novel bantu untuk menutup kekurangan nya ya sob...! Terimakasih enjoy reading 😎 Follow my ig: m
All Rights Reserved
#380
bangkit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Alice [Completed]
  • Let Me Love You Longer
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • [Bukan] Cinta Pertama
  • I'm okay (END)
  • FIZYA
  • ALTHAZAIN
  • Semu [Completed]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines