Zhafira
  • WpView
    Reads 227
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 21, 2021
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Dia, Zhafira Thasanee seorang gadis remaja yang cantik dan baik hati hidup nya hampir sempurna tapi tidak dengan keluarganya. "Papa udah! Jangan pukul Fira terus papa!" Teriak gadis itu menahan rasa sakit. "Dasar anak gak berguna. Masih untung cuman di pukul apa perlu kamu aku bunuh?" Semua orang mengira kehidupan Zhafira sangatlah sempurna, semua orang ingin menjadi Fira yang hidup bahagia dengan keluarga nya. Semua Orang hanya menilai dari apa yang mereka lihat keluarga ini banyak sekali bermain drama dan menyimpan rahasia. Rasa sakit yang Fira derita adalah kebahagiaan bagi keluarganya. Gadis cantik yang baru beranjak remaja harus menanggung beban hidup yang tak seharusnya dia derita. Cahaya itu? Cahaya yang akan membawanya bersinar kembali, cahaya yang akan meneranginya dalam kegelapan, cahaya yang akan menuntutnya menuju kebahagiaan 14/12/2020
All Rights Reserved
#1
sinar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Duka Devara
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Kisah kita indah tapi singkat
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines