Zhafira
  • WpView
    Reads 227
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 21, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Dia, Zhafira Thasanee seorang gadis remaja yang cantik dan baik hati hidup nya hampir sempurna tapi tidak dengan keluarganya. "Papa udah! Jangan pukul Fira terus papa!" Teriak gadis itu menahan rasa sakit. "Dasar anak gak berguna. Masih untung cuman di pukul apa perlu kamu aku bunuh?" Semua orang mengira kehidupan Zhafira sangatlah sempurna, semua orang ingin menjadi Fira yang hidup bahagia dengan keluarga nya. Semua Orang hanya menilai dari apa yang mereka lihat keluarga ini banyak sekali bermain drama dan menyimpan rahasia. Rasa sakit yang Fira derita adalah kebahagiaan bagi keluarganya. Gadis cantik yang baru beranjak remaja harus menanggung beban hidup yang tak seharusnya dia derita. Cahaya itu? Cahaya yang akan membawanya bersinar kembali, cahaya yang akan meneranginya dalam kegelapan, cahaya yang akan menuntutnya menuju kebahagiaan 14/12/2020
All Rights Reserved
#2
zhafira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Kelopak Lantana (Selesai)
  • LUKA
  • HIDDEN I (The End)
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • Duka Devara
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Lentera Redup {SELESAI}
  • RAPUH!

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines