RELUNG

RELUNG

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 6, 2021
" Permisi Kak, boleh minta tolong nggak?" Tanya Gadis remaja yang menggunakan setelan Hoddie warna coklat susu. Ketiga Pria remaja tadi menengok ke belakang, mata mereka terbelalak melihat gadis yang meminta tolong kepada mereka. " Cuci mata sebentar bro!" Ucap Kean sambil berbisik kepada Putra. " Hai,hello Kak!" Ucap Gadis tadi sambil mengayunkan tangannya kepada tiga pria remaja tadi. " Boleh minta nomernya nggak Cantik?" Tanya Putra sambil menaik-turunkan matanya. " Mppphhhh, kayaknya aku salah minta tolong deh, permisi ya Kak!" Ucap gadis tadi sambil berbalik ke belakang menuju rak makanan dia memilih tadi.
All Rights Reserved
#307
hobi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • My Cold Senior
  • Sassy Girl [COMPLETED]
  • Arsyilazka
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Kakak Osis [ Terbit ]
  • jung Ssaem VS Detektif Penggoda
  • 20. Pamanku Brondong Mesum (FIN)
  • Blame The Silence (END)
  • kakak kelas. oke

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines