Dosen Skrips(h)it

Dosen Skrips(h)it

  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 20, 2020
(FOLLOW, VOTE DAN KOMEN YA SAYANGKU!) Naya heran, biasanya kalau cinta itu tumbuh karena terbiasa. Kalau tidak, cinta itu datang pada pandangan pertama. Tapi beda dengan dosen satu ini, ia cinta karena hadiah dari Naya. Boro-boro di kasih hadiah mewah, romantis, atau terkesan sweet. Mahasiswi tingkat akhir itu hanya memberi hadiah dari nazarnya yang berupa camilan khas kota Jember, suwar-suwir. Dari sana Naya anggap ia sudah menunaikan janjinya kepada Allah, kemudian clear, ia tidak akan berurusan dengan dosen itu lagi kecuali hanya konsultasi skripsi bab lanjutan saja. Nyatanya tidak, dosen nya itu malah gencar merecokinya sampai ia di buat kesal sendiri. "Naya saya mau suwar-suwir khas kota Jember. Se-ka-rang!"
All Rights Reserved
#29
skripsi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Student, My Wife (On Going)
  • Hello, Mas Dosen! (TERBIT)
  • Sorry, I'm not romantic
  • Bagaimana, Pak? (Complete)
  • ETS-02: Middle [COMPLETE]
  • CINTA DI ANTARA CICILAN
  • Antara Fajar Dan Senja [TERBIT]
  • DOSENKU HOT SUGAR DADDY
  • Roommate With Benefits
  • Si Cuek & Si Manis [END]

Hidup lagi capek capek nya, malah punya guru yg terang-terangan nyatain perasaannya. *** Mata Naya yang sedari tadi tertunduk dan melihat sekeliling, akhirnya bertemu dengan mata gurunya yang sedang melihatnya dengan tersenyum. "Maksud bapak apaan sih?!" "Yaa saya suka sama kamu" jelas Andri. "Hah! Jangan bercanda pak! Saya masih muda pak!!" jawab Naya kaget. "Heh, saya juga masih muda tau" kata pak Andri. "Pak umur kita itu bedanya 10 tahun!!" Teriak Naya. "Saya masih 27 Nay, udah sih jangan ngomongin umur" "Hmm tapi saya gak bisa nerima perasaan bapak" "Gapapa, kamu simpan aja perasaan kamu, biar perasaan saya, saya yang atur" jelas Andri tersenyum. *** Naya berlari cepat menaiki tangga demi tangga, karena ia harus mengejar jam siaran yang sudah akan on air 10 menit lagi. "SHIITT!!" Gumamnya melihat jam di tangannya. Di tengah ia berlari menaiki tangga, Naya mulai terengah dan berhenti sebentar, pandangannya ke atas, ada seorang pria turun, melihat wajahnya cukup membuat mata Naya melebar. Pria tersebut sedang berbicara melalui handphone nya, ketika turun tangga ia melihat seorang wanita yang sedang terengah-engah berdiri memegangi sisi tangga. "Naya??" Tegurnya. "Pak Andri.. Kok di sini?" Tanya Naya mengerutkan dahi. "Oh saya mau ketemu teman" Jawab Andri. Naya melihat jam tangannya kembali, lima menit lagi ia akan on air. "Haduh pak saya buru-buru, maaf yaa permisi" "Eh Nay, mao kemana?" "Siaran pak, udah dulu yaa" Naya menaiki anak tangga itu dengan cepat. "Nay Nay tunggu.." Andri mengejar Naya dan menghalanginya "Nanti kita ngobrol lagi yaa" Senyum Andri. "Ehmmm" Naya mengangguk senyum.

More details
WpActionLinkContent Guidelines