A Father's Back

A Father's Back

  • WpView
    LECTURAS 26
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, nov 15, 2023
Besar jadi anak 'tak diharapkan' yang tahunya cuma digontori uang saban bulan tanpa tahu siapa dibalik penyetor uang,Ayahnya,Milada Tsabitah hidupnya jungkir balik dalam semalam waktu Ibunya mati dan Ayahnya tak lagi mengirimi uang. Alamat tunggal yang bisa dia datangi adalah rumah Bapak dari mendiang Ibunya. Jauh di Jawa Timur sana yang sama juga tak pernah dia kenali dan kunjungi. Tapi kejutan lain datang saat dia tiba di Jawa Timur. "BILANG BAPAK ANAK HARAMNYA DATANG!" Teriakan itu bergema di telinga Mila sesaat setelah datang ke rumah itu. ©Coureve
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • Tumbuh dengan Luka [END]
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Askara Leonard (Re-Upload) [END]
  • Bercerita dalam Hampa
  • Rumah Tanpa Ibu-Ayah Juno dan Ketiga Anaknya
  • Human Disease
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • Aku Butuh Rumah

Broken home? Sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Tentu hati seorang anak mana yang tidak hancur saat harus menerima kenyataan pahit semacam itu. Bahkan dirinya mengalami itu saat masih kecil. Waktu dia baru menginjak 8 tahun, masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Tapi apalah daya. Takdir tidak bisa diubah. Dia hanya bisa pasrah. Dia bertekad akan membuktikan pada semua. Terutama kedua orangtuanya yang sudah berpisah lama. Dirinya memutuskan untuk berubah. Merubah semuanya. Dari mulai pandangan, berfikir, dan satu lagi jangan mengeluh dengan keadaannya yang sekarang sudah menjadi anak broken home. Perjalanan dari perubahannya ini penuh dengan rintangan. Karena memang semua manusia pasti tak akan terlepas dari itu. Hanya saja bagaimana caranya agar bisa dengan sabar dan tabah menghadapinya. Dia seperti itu karena sadar, bahwa broken home bukan suatu masalah yang besar. Juga bukan sebuah penghalang untuk terus menjalani hidup. Bukan pula ajang untuk jadi terjerumus pada pergaulan bebas. Sebab dirinya tahu betul, lebih menyakitkan nasib anak-anak yatim dan piatu. Mereka bahkan tidak bisa lagi berjumpa dengan orangtuanya. Mau tau kelanjutan dari kisahnya? Bagaimana perjalanannya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido