Story cover for RAINBOW by DewiWilis
RAINBOW
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Dec 14, 2020
Seseorang berkata bahwa dunia tidak adil. Begitulah Jason dengan segala bentuk kecewa yang membendung hidupnya. Namun suatu hari Jason menemukan pertanyaan yang selalu dia cari. Lantas bagaimana jawabannya? 






......


Mendapatkan nilai yang jelek, bodoh, lemah dan pemalas adalah paket lengkap kesengsaraan dalam hidup itulah kata Johan. Dia awalnya pasrah menikmati rasa pahit dan menelannya dalam lubuk hati yang paling dalam. Selalu direndahkan dan impiannya tak bisa terwujud. Apa yang dia lakukan adalah kerja keras yang tak berarti. Sampai suatu ketika, dia bertemu dengan Muhammad Syarifudin. Dia adalah orang yang mempergokinya saat menangis sendirian. Bagaikan teman dalam gelapnya malam. Dia menerangi jalan Johan untuk meraih masa depan. Akhirnya Johan bangkit dari keterpurukan. Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Nikmatilah dalam rangkaian kata demi kata cerita berikut ini. Tentang anak yang ingin mendapatkan masa depan yang cerah.

 "Apakah hujan di hatimu sudah reda? Kalau sudah, saatnya kamu mencari pelangi."
All Rights Reserved
Sign up to add RAINBOW to your library and receive updates
or
#46johan
Content Guidelines
You may also like
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
15 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
You may also like
Slide 1 of 10
DI BALIK SENYUM MU ( Ginting ) cover
Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End) cover
𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓] cover
AYAH  cover
Queen Alya Az-zahra {END} cover
Cause We are Family cover
TIME will TELL {On Going} cover
Complicated | Halilintar x Reader cover
Still The One cover
Jodoh Untuk Adel (END)✅ cover

DI BALIK SENYUM MU ( Ginting )

41 parts Complete

di balik senyum mu Ginting tepat di sana aku berada, tepat di tengah lengkungan indah bibir mu aku singgah. aku mau di sana selamanya bersama indah senyuman mu walau aku bukan alasan mu untuk tersenyum. ~Rena aku pernah gagal, aku pernah jatuh tersungkur sampai rasanya tak bisa untuk berdiri. aku hancur waktu itu. bahkan senyum pun aku tak sanggup. tapi kamu di sana kamu ada untuk kuatkan aku. mungkin kamu adalah alasan kenapa aku harus tersenyum. ~Ginting Ini seperti bermain petak umpet, kamu seolah mencari-cari bahagia ku. Sudah banyak tempat kau cari tapi kau tak kunjung menemukannya. Itu Karana kamu belum lihat di senyummu di sanalah bahagia ku bersembunyi kak Anthony ~ Gea Pemilik raga tak selalu jadi pemilik hati. Keberadaan ku hanya bagai langit mati seolah memiliki sang rembulan padahal sudah jelas sang rembulan terpesona pada keindahan senyum sang mentari. Emosi seolah berkata bodoh jika bertahan tapi hati terus berbisik sungguh aku masih sayang. Jadi tak akan ku biarkan siapapun merebut sang rembulan dari ku. ~ Jonathan