Putra Mahkota

Putra Mahkota

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 14, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Namaku Arhen, aku adalah remaja berusia 17 tahun yang tinggal di Ibukota Inggris, London. Aku mengalami kecelakaan saat menuju upacara kelulusan sekolah. Sebagai orang yang menduduki peringkat pertama, itu adalah sebuah kecelakaan yang teramat perih untukku. "Lalu untuk apa aku memiliki kecerdasan yang sangat tinggi. Jika ini adalah akhir bagiku?" Itulah yang aku pikirkan saat aku mengalami kecelakaan. Jas baju yang penuh dengan darah, kaca mobil yang pecah sedikit mengenai tanganku. Bahkan aku bisa melihat sendiri keadaan Ayahku saat itu, padahal hari itu adalah hari yang sangat bahagia. Jalanan saat itu sangat ramai, ya karena itu adalah hari kelulusan sekolah ternama. Suara sirine ambulan terdengar, bahkan Ayahku pun memanggil manggil namaku. Aku sudah menjawabnya, apa ayahku tidak mendengarnya? Namun seketika gelap...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEENARA
  • TAKLUK
  • Love With My Enemy | H.S
  • SENJA hari aqeela
  • Tentang Ashel
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • Tegar [COMPLETED]
  • "True Love"
  • My ice girl
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
KEENARA

••• Sedih... Marah... Dendam... Kecewa... Sakit... Itulah yang ku rasakan saat ini ketika aku di hadapkan dengan pilihan yang sangat sulit saat mengetahui kedua orang tua ku akan bercerai, tetapi apa boleh buat aku tetap harus melewatinya walaupun akhirnya aku tidak mampu untuk memilih dan akhirnya aku memilih tinggal sendiri. Perkenalkan Namaku "Arana Artakya Revalina" kalian bisa panggil aku "Arana" Umurku 18 tahun Aku adalah anak tunggal, kedua orang tua ku utuh namun rasanya seperti tidak memiliki keluarga. hingga suatu saat pada akhirnya keluarga ku benar-benar hancur. karna mereka hanya sibuk mengurusi urusan masing-masing hingga aku terlupakan. rasa kesepian sudah menjadi sahabat bagiku aku bahkan sudah terbiasa, tidak heran jika aku menggantungkan kebahagiaan dan harapan ku pada orang lain, ya aku tau ini salah namun aku pun tidak tau cara keluar dari zona merah ini bagaimana aku sudah terlalu jauh bahkan sering kali aku hancur karna harapan yang kubuat sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines