Seorang gadis periang yang selalu memberikan senyum termanisnya saat bertegur sapa dengan lesung di pipi kanannya. Memiliki sikap yang manja namun pantang menyerah. Sikapnya yang ramah dan ceria membuat orang-orang tersenyum saat di dekatnya, dan berfikir gadis itu seolah tidak memiliki masalah dalam hidupnya.
KECUALI!
Percintaan. Satu kata, tapi itulah yang belum bisa Memei rasakan. Kisah cintanya yang sangat rumit, bahkan nyaris menyedihkan.
Ditolak. Itu hal biasa bagi Memei yang memegang teguh motto "Never give up".
Tapi, tentu. Sekuat-kuatnya seseorang, jika sudah berada dititik terlemahnya pasti akan putus asa. Apakah kata itu berlaku untuk Memei?
____
"Kak Epan, Mei sayang, kakak"
"Kak Epan, Mei suka, kakak"
"Kak Epan, Mei cinta, kakak"
"Kak Epan, Mei--"
"Gue benci sama lo!" Revan memotong cepat, pandangannya menusuk tajam.
"Mei...ditolak lagi?"
"Menurut, lo?"
"Sampai jumpa besok, kak Epan"
Note: Draft lama, dipublish biar nggak jadi draft aja.
[Sudah Revisi]
___
Zaranne Hamilton tidak pernah menyangka bahwa kepulangannya ke Jakarta hanyalah sebuah transaksi bisnis yang rapi. Sebagai gadis berambut pirang yang terus-menerus di-bleaching demi mempertahankan jati dirinya, Zee menganggap kehidupan di Universitas St. Valerius hanyalah tantangan membosankan. Dengan sikap angkuh dan koper elektrik hijaunya, ia siap menaklukkan siapa saja, termasuk Junael Maxwell.
Zee menganggap Juna hanyalah Robot Manja yang perlu ia beri sedikit pelajaran. Namun, Zee tidak sadar bahwa sejak kakinya menginjak Jakarta, ia sudah kehilangan kebebasannya. Ayahnya sendiri telah menyerahkan Zee sebagai jaminan atas kerugian data besar yang ia timbulkan kepada seseorang.
Junael Maxwell mungkin tampak seperti satu-satunya orang yang bisa ia ajak bicara di tengah kekacauan itu, namun benarkah Juna membantunya karena cinta? Atau jangan-jangan Juna hanyalah bagian dari skenario besar untuk mengurung Zee dalam jaring yang lebih gelap?
Di antara perdebatan sengit, bau kimia dari rambut pirangnya, dan perasaan yang perlahan mulai tumbuh, Zee harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang-orang yang ia percayai justru adalah mereka yang paling ingin menghancurkannya. Mampukah Zee menemukan tempat pulang yang nyata di tengah pengkhianatan yang tak termaafkan?
---
⚠️WARNING
Don't copy my story, please!
Nulis cerita itu pakai waktu, tenaga, dan otak.
Kalau anda cuma bisa copy paste, itu bukan kreativitas, itu cuma malas yang dibungkus berani.
Hargai karya orang. Jangan ambil yang bukan milikmu.