Story cover for Your Cookies by yemimaaa_s
Your Cookies
  • WpView
    Membaca 13
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 13
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Des 14, 2020
Ini tentang Wildan, siswa kelas sebelas yang baru saja bergabung di Osis sekolahnya. Wildan bukan tipe cowok badboy ganteng, atau most wanted yang diidamkan oleh para cewek. Dia juga bukan cowok yang pandai dalam hal gombal. Wildan hanyalah Wildan. Cowok tinggi putih dengan kacamata. 

Wildan tipe cowok yang gak mau ribet sama urusan cewek apalagi pacaran. Wildan nggak cupu atau kutu buku. Di sekolah, cowok itu ikut ekskul voli yang tentu saja membutuhkan fisik yang kuat. 

Sebelumnya, kisah Wildan di sekolah hanya biasa-biasa saja. Sampai suatu ketika, di jam olahraga dia menemukan sebuah bingkisan di dalam loker. Isinya, kue kering. Kue kering gosong dengan bentuk yang tidak beraturan.

***

"Aku tidak tahu bagaimana rasa kue kering dengan cokelat yang kau berikan di lokerku. Kau bilang, aku dan kau seperti minyak dan air, tidak bisa dipersatukan. Namun kau bilang juga, minyak dan air bisa bersatu di adonan kue kering yang kau buat."

"Aku penasaran, siapakah dirimu?"

***
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

1 bab

Daftar untuk menambahkan Your Cookies ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#67voli
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Rindu Senin Pagi oleh Rizardila
25 bab Lengkap
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Kisahku, perempuan bodoh yang terpaksa duduk sebangku dengan laki-laki pintar yang menyebalkan. -- Aku mencarinya di dalam tas, semua isi tas kukeluarkan dan kuletakkan di atas meja. Namun tetap tidak ada. Aku mencari di kolong meja, mencari di bawah meja dan bawah kursi. Hingga sepertinya laki-laki di sebelahku terganggu dengan keribetanku. "Ribet banget." Katanya datar sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Aku menoleh ke arahnya sebentar "Apaan, sih, lu?" Balasku kesal. Lalu lanjut lagi mencari-cari pulpenku di dalam tas. Aku ingat betul selalu meletakkan pulpenku di bagian depan tas. Namun pagi ini entah kenapa ia menghilang. "Kaya enggak ada pulpen lain aja." Ucapnya sinis. "Apaan, sih? Orang gue cuma punya satu! Lagian, lu, temennya lagi susah nyari pulpen, bukannya bantu, malah nyinyir." Balasku kesal. Ia menoleh ke arahku. "Mana ada pelajar ke sekolah cuma bawa pulpen satu?!" "Gue cuma bawa satu." Terdengar suara salah satu siswa yang duduk di bagian belakang. "Gue juga bawa pulpen satu doang." Terdengar suara siswa yang lainnya. "Denger, kan, lu? Bukan cuma gue yang bawa satu pulpen ke sekolah. Banyak! Makanya jangan samain orang-orang sama lu. Mentang-mentang rajin, teliti, rapih, dan semua alat tulisnya lengkap!" "Bawel!" Ketusnya sambil membuka buku catatannya. Ia mulai fokus dengan buku catatannya itu. "Yaudah gue pinjem pulpen lu, satu." "Gue cuma bawa satu." Jawabnya pelan. "Bintaaaang!" Teriakku. Bintang terkejut melihatku. Dan sepertinya seluruh siswa di kelas juga menoleh ke arahku. Termasuk Bu Vivi yang sedang duduk di kursi guru. Aku tertunduk malu setelah tidak sengaja membentak Bintang yang tingkahnya selalu saja seperti minta dimaki-maki.
Blonde & The Cold Heart [END] oleh ZyraJeon_
37 bab Lengkap
[Sudah Revisi] ___ Zaranne Hamilton tidak pernah menyangka bahwa kepulangannya ke Jakarta hanyalah sebuah transaksi bisnis yang rapi. Sebagai gadis berambut pirang yang terus-menerus di-bleaching demi mempertahankan jati dirinya, Zee menganggap kehidupan di Universitas St. Valerius hanyalah tantangan membosankan. Dengan sikap angkuh dan koper elektrik hijaunya, ia siap menaklukkan siapa saja, termasuk Junael Maxwell. Zee menganggap Juna hanyalah Robot Manja yang perlu ia beri sedikit pelajaran. Namun, Zee tidak sadar bahwa sejak kakinya menginjak Jakarta, ia sudah kehilangan kebebasannya. Ayahnya sendiri telah menyerahkan Zee sebagai jaminan atas kerugian data besar yang ia timbulkan kepada seseorang. Junael Maxwell mungkin tampak seperti satu-satunya orang yang bisa ia ajak bicara di tengah kekacauan itu, namun benarkah Juna membantunya karena cinta? Atau jangan-jangan Juna hanyalah bagian dari skenario besar untuk mengurung Zee dalam jaring yang lebih gelap? Di antara perdebatan sengit, bau kimia dari rambut pirangnya, dan perasaan yang perlahan mulai tumbuh, Zee harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang-orang yang ia percayai justru adalah mereka yang paling ingin menghancurkannya. Mampukah Zee menemukan tempat pulang yang nyata di tengah pengkhianatan yang tak termaafkan? --- ⚠️WARNING Don't copy my story, please! Nulis cerita itu pakai waktu, tenaga, dan otak. Kalau anda cuma bisa copy paste, itu bukan kreativitas, itu cuma malas yang dibungkus berani. Hargai karya orang. Jangan ambil yang bukan milikmu.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 8
Treacherous cover
LEITHLEACH cover
Rindu Senin Pagi cover
TROUBLEMAKER COUPLE.  ( End ) cover
Just be Mine [Sudah Terbit] cover
RAHASIA LAMPU KOTA (✔) cover
Blonde & The Cold Heart [END] cover
Seketika Kau Jadi Semesta cover

Treacherous

36 bab Lengkap

"Tumben amat lo rajin? Gara- gara ada Elia pasti?" protes Justin tidak terima, mereka berempat kan sering dijuluki trouble maker di kelas karena tidak pernah mengerjakan tugas dan selalu buat onar. Paling Cuma numpang nama, tapi kini Justin takjub, Mario ikut kerkom? "Cot, bukan gara- gara Elia. Lo tahu kan gue sekelompok sama Zeva? Ngeri gue di kick sama dia dari kelompok, mana itu cewek kesayangan guru pula. Terus, ya, Elia juga terlibat sih, hehe" Mario menjawab sambil menggaruk kepalanya, karena merasa sangan plin plan dengan omongannya. "Sekate- kate lo, dah, Yo. Ini gue mau tanyain dari lama, sih, lo suka sama Elia? Sampai segitunya? Sampai tiket live lounge SeaShore lo kasihin ke dia padahal lo sendiri juga tahu, gue fansnya SeaShore" Justin memeluk ukulelenya kemudian menatap Mario yang langsung memicing ke arahnya. "Menurut lo aja?" sentak Mario emosi *** "Lo suka Mario, El?" tembak Amel langsung. Mulanya Elia diam tapi kemudian berani menjawab pertanyaan Amel. "Nggak tahu, juga, Mel." *** But their love's treacherous.