Your Cookies

Your Cookies

  • WpView
    LECTURAS 13
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 15, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Ini tentang Wildan, siswa kelas sebelas yang baru saja bergabung di Osis sekolahnya. Wildan bukan tipe cowok badboy ganteng, atau most wanted yang diidamkan oleh para cewek. Dia juga bukan cowok yang pandai dalam hal gombal. Wildan hanyalah Wildan. Cowok tinggi putih dengan kacamata. Wildan tipe cowok yang gak mau ribet sama urusan cewek apalagi pacaran. Wildan nggak cupu atau kutu buku. Di sekolah, cowok itu ikut ekskul voli yang tentu saja membutuhkan fisik yang kuat. Sebelumnya, kisah Wildan di sekolah hanya biasa-biasa saja. Sampai suatu ketika, di jam olahraga dia menemukan sebuah bingkisan di dalam loker. Isinya, kue kering. Kue kering gosong dengan bentuk yang tidak beraturan. *** "Aku tidak tahu bagaimana rasa kue kering dengan cokelat yang kau berikan di lokerku. Kau bilang, aku dan kau seperti minyak dan air, tidak bisa dipersatukan. Namun kau bilang juga, minyak dan air bisa bersatu di adonan kue kering yang kau buat." "Aku penasaran, siapakah dirimu?" ***
Todos los derechos reservados
#25
wildan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GHAVARI
  • Break The Mold [END]
  • Elvina [COMPLETED]
  • Rindu Senin Pagi
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • Seketika Kau Jadi Semesta
  • JoVan✔[BADASS #2] [PROSES PENERBITAN]
  • Kota Ini Terlalu Bising Untuk Bertiga
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido