We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rembulan
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Beberapa bulan yang lalu, aku bertemu dengan seorang pria yang saat selalu ada bersamaku aku tidak tau apa mencintainya atau tidak.... hahaha lucu memang, tapi begitulah dia seakan hadir memberi warna baru dalam hidupku dia mengajarkan aku arti kasih sayang dan cinta sejati dia selalu berkata pada ku bahwa apapun yang kulakukan selama aku bahagia adalah impian nya dia tidak ingin membatasi gerakku tentang kehidupan ku silahkan bermain dengan siapapun selama aku bahagia tapi, jangan sampai ada seseorang yang menyakitiku, maka dia akan menjadi pelindung pertama yang akan marah ketika aku tersakiti tak mudah untukku kembali membuka hati, aku takut kembali terluka seperti dahulu tapi keyakinannya selalu mampu membuat ku nyaman. nyaman sekali terimakasih sudah hadir dalam proses kehidupanku doakan agar aku mampu mencintaimu setulus hatiku
All Rights Reserved
#146
bidadari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam
  • Adore You Prince Cap Kapak
  • Judul Standar - Rindu Birunya Langit
  • "Gracella dan Luka yang Tak pernah Dijawab"
  • finally mate also
  • First Love
  • When Love is Breaking
  • You And I
  • TAK BERSAMBUT

[C O M P L E T E D]. "kamu berubah," katanya, matanya memancarkan sinar sedih. ada sesuatu yang aneh baginya, melihat ku berdiri didepannya dengan senyum angkuh. aku ingin tertawa dihadapannya, "memang," "kamu bukan yang aku kenal dulu," suaranya lirih. namun aku masih tersenyum. bersiap untuk menyakitinya, seperti dia menyakiti aku. lalu sebelum aku benar-benar pergi menjauh, aku menoleh, "pernah dengar patah hati mengubah segalanya?" • • • mungkin, suatu hari nanti kita berdua akan bertemu lagi. menyapa dalam suara pelan, berbincang sedikit. menoleh mengintip masa lalu, dan menyadari, dalam diam menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines