A & B [HIATUS]

A & B [HIATUS]

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 15, 2020
*** "Bara." Ucap pria itu di tengah kecanggungan di dalam mobil tersebut. "Ha." Dengan wajah cengo Arin mengalihkan pandangan nya dari pemandangan di luar mobil. "Nama saya Bara." Ulang pria bernama Bara itu. "Ooh, Aku Arin om!" Ucap Arin dengan semangat memperkenalkan namanya. "Jangan panggil saya om!" Ucap Bara tegas, tak ingin di bantah. *** Cerita ini mengisahkan tentang Perjodohan seorang Pengusaha muda dengan seorang gadis yang masih duduk di bangku Sekolah menengah pertama. Penasaran dengan kisahnya? Kuy langsung baca aja! Salken saya Fall🐧
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • MAS DOSEN ITU SUAMIKU
  • MANJA ATAU DINGIN NIH?[END]
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • My Sweet Lecturer [Tamat]
  • Dear, Pak Dosen
  • Dosen Killer | END✔
  • forever with you [END]
  • B.L [15+ Yaoi/BL Lokal] ✔

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines