Me💦
  • WpView
    Leituras 23
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, abr 25, 2021
WpInfo
Ficção
Romance
"kalau temenan sama dia dibatasin aja, nanti ketularan egois tau" kata salah satu teman akrab gue gue ngedenger nya dari cerita temen gue di telpon aja, udah sakit hati, apalagi mereka teman akrab gue lagi. ** penasaran sama ceritanya?? yuk dibaca jangan lupa tinggalin jejak vote and comen, dan follow akun aku. happy reading gyss
Todos os Direitos Reservados
#100
php
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo