MoonLight in Your Eyes

MoonLight in Your Eyes

  • WpView
    LECTURAS 30
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, dic 17, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Hei, aku ingin berkisah! Cukup kalian dengarkan jika memang bisa terdengar, atau kalian lihat jika tertraik. Aku terlalu lelah menimpannya sendiri, selalu memikirkanna objek yang sama dalam keheningan malam dimana itu seharusnya menjadi waktu istirahatku. Nah, kalian lihatkan? Aku membuang waktu istirahatku untuk suatu hal yang tidak berguna! Ini tentang dia yang memiliki bola mata sepekat malam, membuatku tenggelam dalam keheningan yang sialnya sangat manis untuk dilewatkan, dan yang lebih menjengkelkan lagi adalah aku menyukai mata itu. SANGAT MENYUKAINYA. Lihat? Aku terlihat seolah-olah adalah psikopat yang tergila-gila dengan matanya. Bagaimana aku menggambarkannya? Dia memiliki mata yang mengingatkanku pada sinar bulan di kegelapan malam, sangat indah tetapi juga berbahaya, dan itu merangsang saraf neuronku untuk menatapna lagi dan lagi Ini curang! Apakah dia merasakan hal ang sama padaku juga? Hei, siapapun! Tolong singkirkan pertanyaan konyol yang tak berguna ini, atau aku akan hidup dalam kehaluan sepanjang malam! This is my first story, i hope you all keep enjoy reading it! DONT COPY MY ABAL-ABAL STORY! INGET DOSAAAAAAAA! JANGAN LUPA FOLLOW YAA, HEHE... thankyou:3
Todos los derechos reservados
#32
abg
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Memories in Moon
  • Arkan & Bandung
  • Semu [Completed]
  • THE BADBOY [TAMAT: PART LENGKAP]
  • Auristela
  • Let Me Love You Longer
  • Mine [SELESAI] ✔
  • Hurt Love
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • I AM YOU [NEW VERSION]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido