Story cover for converse boy  by putriiiq
converse boy
  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
Bersambung, Awal publikasi Des 16, 2020
Nadine pratista, perempuan 20 tahun yang cinta dunia fiksi, penggemar berat zayn malik, baik, hidup penuh tawa dan sifat khas nya yang 'ga jelas' walaupun ga pinter pinter bgt seenggak nya dia masih mampu mikir pake otak dia yang cmn sebesar kepalan tangan, hobinya ngoleksi novel, nonton dan lain lain tentang dunia fiksi nya. oh ya, pacar nya ketua BEM lohh. 
. 
Gilang fardan, laki laki 20 tahun yang kerjanya abis ngampus langsung ke tongkrongan warung samping kampus, slalu pake sepatu converse nya yg beragam,tukang molor, tapi bisa bisanya dia jadi murid kesayangan dosen krna sifatnya yg humble dan baik, walaupun pinter nya cmn sebatas 'pinter aja' ga pake pinter banget. 
.
. 
trus kok mereka bisa deket?? 
. 
. 
penasaran gaa??
.
oh ya, aku masih amatir bgt, ini cuman gabut ny aku aja hahahahaha,aku cuman mau nyoba nyoba nulis ky gni, makasih ya yg udh mampir!!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan converse boy ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
BUKAN BEGINI (Tamat) oleh GaluhCahya8
24 bab Lengkap
Aku telah melakukan banyak perjalanan dari satu cerita ke cerita lainnya sebagai antagonis. Misiku hanya satu, memastikan tokoh utama perempuan menderita sesuai dengan naskah asli. Satu, kucing putih yang bisa bicara sekaligus penanggung jawab isekai milikku, memberiku banyak bantuan. Mulai dari dunia vampir, petarung sinting, sampai novel picisan. Segalanya kuselesaikan dengan tuntas, sesuai perjanjian dengan Satu. Seharusnya bila tugas terakhirku, misi nomor seratus, selesai maka aku akan dijanjikan boleh hidup sebagai orang berkecukupan, superberuntung, dan jauh dari kesialan apa pun. Seharusnya! SEHARUSNYA! "Mohon maaf, kuota bagi penerima paket untung sudah habis," Satu menginformasikan. Tentu saja aku marah. Rasanya seperti kena scam mentah-mentah. Seratus misi. Bermacam kegiatan sinting. Dedikasi yang tidak terbayarkan. Aku menuntut ganti rugi, tapi Satu berkata bahwa kepala isekai tidak menerima keluhan. "Ya sudah, hidup di sini saja." Gampang sekali Satu bicara. Hidup di sini. Di cerita keseratus. Di sebuah novel picisan CEO sinting. Aku bahkan berani taruhan bahwa penulis tidak melakukan riset sama sekali. Oh itu belum termasuk fakta bahwa aku, si pelaku kejahatan dalam cerita, akan mati di tangan tokoh utama pria karena telah merugikan kekasih impiannya. Aku, bukan orang lain. Bukan Satu si kucing gembul biang kerok. Aku! "Buhuuuu apa kamu nggak bisa mempertimbangkan diriku sebagai asisten rumah tangga?" Apa yang bisa kulakukan? Iya, tepat sekali. Hadapi racun dengan racun. Alias, kubuang harga diri dan lari mencari belas kasih dari Bos Antagonis, Mr. Villain, Big Boss. Inilah yang terbaik, 'kan? Benar, 'kan?
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Satu Hati, Dua Generasi cover
MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)  cover
BUKAN BEGINI (Tamat) cover
FANNA [ END ] cover
DARI ZAIDAN DAN SEMESTANYA cover
Bisnis Jalan Perasaan Nyasar [BL] cover
Tragedi Cinta! - BTS [Short] cover
The Third Person ✔  cover
TOUCHED (End) cover

Satu Hati, Dua Generasi

69 bab Bersambung Dewasa

Alya 24 tahun, baru seminggu kerja udah kayak juru damai kantor-semua orang ketawa dan ikut happy. Tapi ada satu makhluk Tuhan yang imunnya kebal total sama pesona dia ; Djati Pratama, Team Leader divisi Teknologi Informasi yang berumur 32 tahun, spesialis wajah datar dan kalimat singkat. Tatapannya dingin, auranya kaku, tapi sayangnya... mukanya ganteng ala Om-Om jadinya ngeselin kan? Udahlah cuek, bikin deg-degan pula. Sebagai cewek dengan gelar cumlaude dalem kecentilan, Alya jelas nggak terima dicuekin begitu aja. Mulai dari senyum 37 watt tiap papasan, misi-misi absurd, gombalan yang dibales komentar pedes... semuanya dia lakuin demi liat Jati senyum (atau minimal noleh deh). Masalah beda usia? Yaampun itu mah cuman angka. Generasi boleh beda tapi kalau hatinya udah mulai goyah... siapa tau bisa ketemu di tengah.