Life is a Box of Crayons

Life is a Box of Crayons

  • WpView
    Reads 2,443
  • WpVote
    Votes 544
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 24, 2022
WpInfo
Fanfic
Stray Kids
Asia Dea Bestari tak dapat mengungkapkan warna yang mendeskripsikannya. Menurut Sia, hanya mata cokelat muda yang menjadi warna aksennya. Selain itu? Pucat. Hal itu membuat Sia hampa. Seakan ia tak menemukan warna lain yang cocok untuk dirinya sendiri. Meski terkadang orang awam menganggap Sia sebagai keturunan orang barat, nyatanya, kepucatan ini merupakan suatu kelainan yang istimewa. Seumur hidup akan terus begini. Sampai akhirnya, Sia membawa kehidupannya ke dunia maya untuk melupakan segala beban pikiran. Di sana, seorang lelaki mengirimkan sebuah pesan singkat. "Kamu albinisme? Kalau begitu, kamu ibarat kertas dan aku akan mewarnaimu dengan sekotak krayonku."
All Rights Reserved
#833
juyeon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Waktu Ketika Remaja
  • Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)
  • Definitely Yours
  • 00.07 WIB [SELESAI]
  • Own Fault of Feeling || [END]
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Zero-sum Love [FIN]

[Dimuat dalam Reading List WattpadYoungAdultID kategori Kisah Darah Muda April 2021] Dunia penuh dengan warna-warni. Tetapi Sica tidak punya satu pun. Ia mungkin memegang warna transparan yang secara kasatmata tidak terlihat. Sama tidak terlihatnya ketika ia berjalan di koridor atau di tempat umum dengan kepala menunduk. Atau ketika ia memilih duduk di pojok belakang kelas sampai, kadang-kadang, kehadirannya tidak disadari. Ia tidak sering bicara. Suaranya pelan. Teman-temannya tidak banyak, itu bahkan memilih pergi seiring waktu. Sama seperti mimpinya. Dunia penuh dengan warna-warni. Tetapi Sica tidak punya satu pun. Itu mungkin akan menjadi segelap kelabu saat satu per satu kisah masa SMA-nya meninggalkan lubang yang sama seperti saat di SMP. Luka yang sama, tetapi lebih sepi. Dunia penuh dengan warna-warni. Sica tidak ingin menjadi satu-satunya yang tidak memiliki warna. *** 2019, Kacah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines