REGASA
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 20, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Regasa Anggara namanya, kegiatannya adalah menjadi penggangu sekolah, membuat jahil pada siapapun tak memandang bahwa itu murid ataupun guru. Bahkan sesekali ia akan mengerjai kepala sekolah dengan makanan. Namun satu kejadian membuat ia diseret dipenjara, besi berjeruji itu menahan tubuh Regasa, bukan karna narkoba atau apapun. Namun karena kasus pembunuhan yang mengatas namakan Regasa. Remaja itu tak terima, ia tak akan mungkin membunuh, apalagi membunuh orang yang paling ia sayang. Namun, semua orang melihat bahwa ialah pembunuhnya, ada satu cara dari berbagai cara Regasa coba agar ia bebas dari tuduhan dan mencari siapa yang membunuh. "Mari ikuti permainanku." Kata si gaun hitam.
All Rights Reserved
#7
bear
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Annalisa]: The Crimson Theater
  • MURDERER IN THE SCHOOL [Completed]
  • MISSION IN SCHOOL 2 [END]
  • 12 Titik Balik (END)
  • Roseraie [END || REPUBLISH]
  • [END] High School of Mystery: Crimson Case
  • Lussy Smith [Segera Terbit]
  • Murder of the Principal [END]
  • TARGET PERTAMA

Ahhh ~Annalisa telah tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita. Namun masa masa SMP yang penuh dengan penghianatan dan penolakan membuatnya tak bisa mempercayai orang lain lagi, ditambah sebuah insiden yang membuatnya harus mengalami depresi berat. Namun jauh dari itu semua terdapat sebuah perasaan yang tercipta dari segala insiden tersebut. Dan saat ini reuni sekolah yang berujung sebuah tragedi tak bisa lagi di hindari. Ini adalah awal dari sebuah misteri besar di balik pria bertopi abu abu. . . "Hei lihat aku! Aku di sebelahmu! Aku selalu ada untukmu" . . "Aku hanya ingin dirimu! Bukalah pintu hatimu untukku" . . "Aku tak akan pernah memaafkan mu Wijaya!" . . "Baiklah, sekarang nikmati permainannya" . . "Firo kau!" . . "Penghianatan, rasa iri, air mata, keterpurukan. Semuanya! Perlihatkan semuanya padaku"

More details
WpActionLinkContent Guidelines