Story cover for REGASA by SafiraAzzahra00
REGASA
  • WpView
    MGA BUMASA 38
  • WpVote
    Mga Boto 8
  • WpPart
    Mga Parte 4
  • WpView
    MGA BUMASA 38
  • WpVote
    Mga Boto 8
  • WpPart
    Mga Parte 4
Ongoing, Unang na-publish Dec 16, 2020
Regasa Anggara namanya, kegiatannya adalah menjadi penggangu sekolah, membuat jahil pada siapapun tak memandang bahwa itu murid ataupun guru. Bahkan sesekali ia akan mengerjai kepala sekolah dengan makanan. 


Namun satu kejadian membuat ia diseret dipenjara, besi berjeruji itu menahan tubuh Regasa, bukan karna narkoba atau apapun. Namun karena kasus pembunuhan yang mengatas namakan Regasa. 


Remaja itu tak terima, ia tak akan mungkin membunuh, apalagi membunuh orang yang paling ia sayang. Namun, semua orang melihat bahwa ialah pembunuhnya, ada satu cara dari berbagai cara Regasa coba agar ia bebas dari tuduhan dan mencari siapa yang membunuh. 



"Mari ikuti permainanku." Kata si gaun hitam.
All Rights Reserved
Sign up to add REGASA to your library and receive updates
o
#29run
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 8
[Annalisa]: The Crimson Theater cover
[END] High School of Mystery: Crimson Case cover
Seribu Pintu  cover
Siapa Pelaku Sebenarnya cover
Sudden Death Mystery cover
ASIA cover
Koridor Sekolah ✔ ||  (TELAH TERBIT) || cover
Enigma 2 cover

[Annalisa]: The Crimson Theater

19 mga parte Kumpleto

Ahhh ~Annalisa telah tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita. Namun masa masa SMP yang penuh dengan penghianatan dan penolakan membuatnya tak bisa mempercayai orang lain lagi, ditambah sebuah insiden yang membuatnya harus mengalami depresi berat. Namun jauh dari itu semua terdapat sebuah perasaan yang tercipta dari segala insiden tersebut. Dan saat ini reuni sekolah yang berujung sebuah tragedi tak bisa lagi di hindari. Ini adalah awal dari sebuah misteri besar di balik pria bertopi abu abu. . . "Hei lihat aku! Aku di sebelahmu! Aku selalu ada untukmu" . . "Aku hanya ingin dirimu! Bukalah pintu hatimu untukku" . . "Aku tak akan pernah memaafkan mu Wijaya!" . . "Baiklah, sekarang nikmati permainannya" . . "Firo kau!" . . "Penghianatan, rasa iri, air mata, keterpurukan. Semuanya! Perlihatkan semuanya padaku"