Jangan takut tuk bermimpi, sebab setiap kita berhak tuk memiliki cita-cita. Untukmu yang takut tuk menggantungkan harapan, takut tuk bermimpi setinggi-tingginya, takut untuk kembali gagal atas pencapaian yang sudah berkali-kali kamu usahakan. Buku ini hadir untukmu, sebagai jawaban atas kegundahanmu, sebagai penyemangat untuk harapan yang sedang kamu tuju. Menemui banyak hambatan dalam meraih impian adalah hal yang wajar, tapi dari sanalah kemudian diri kita ditempa untuk menjadi lebih dewasa dalam menghadapi problematika hidup yang hadir dalam kehidupan kita. Berada di posisi terendah bukanlah alasan untuk menyerah. Justru inilah kesempatan untuk kembali bangkit,memulai asa yang baru, merevisi rencana-rencana yang lebih baik untuk kedepannya. Ketika kegagalan kembali menghampiri, sedangkan kamu telah berusaha berkali-kali. Jangan takut, jangan ragu, dan janganlah menyerah. Maju terus, sampai kata gagal itu kalah. (Buku Mimpi,2020)
Sesuatu yang terkunci itu menyimpan kobaran api, melambangkan semangat yang tersembunyi. Di dalam semangat itu ada mimpi. Mimpi besar yang ada di balik semburat jingga, sebuah warna yang dihasilkan dari kobaran api penuh semangat yang menyala-nyala.
Putri Alfiana Ulfa adalah seorang pemimpi yang selalu bersembunyi dalam zonanya sendiri. Biasa-biasa saja, payah dalam pertemanan, dan payah dalam segala hal. Dia adalah pemimpi yang setia dengan mimpi masa kecilnya, yaitu menjadi seorang penulis.
Konflik batin menguasainya, rasa rendah diri, kesepian dan merasa tidak berguna ada di dalam dirinya. Di saat itu dia juga menciptakan sosok manusia setengah filsuf berotak encer, laki-laki hiperaktif yang berubah menjadi lebih dewasa dan seorang pianis yang selalu memikirkan kompleksitas kehidupan.
Apapun yang terjadi, minatnya pada menulis tidak akan hilang. Mimpi-mimpinya dan mencari sesuatu yang disukainya akan menjadi alasannya bertahan hidup.
[Image cover by google]
Warning : suicidal thoughts, suicide attempt