MEMOAR

MEMOAR

  • WpView
    Reads 206
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 27, 2021
WpInfo
Fiction
Mystery
-MEMOAR- Kami hanya ingin berlibur tapi sepertinya ini akan menjadi petualangan yang cukup menarik atau mengerikan? Hemm sepertinya ini akan usai ketika kita memutuskan untuk pulang...tapi nyatanya tak semudah itu. Mulai dari paman Langit yang susah ditemui, hingga bibi pengurus vila yang terus melarang kami untuk pulang. Katanya, " kalian menginaplah lebih lama, di sini memang tak aman tapi apa kalian yakin di luar sana lebih aman?, kembalilah saat paman kalian mengunjungi kalian." Disaat suasan tegang seperti inipun Bulan dan Bintang tetap asik mengemili kripik. "Setidaknya sebelum terjadi sesuatu makan itu perlu"-Bulan "Kalian tak mengerti! Kapan lagi Bulan mau berbagi makanan"-Bintang ✏Nalyachan
All Rights Reserved
#193
awan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALENA SHANKARA AZELA
  • Segelap Malam (END)
  • MOONSTAR (END)
  • Langitra
  • Langit, Bulan & Bintang [ END ]
  • AURORA
  • Mentari
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • GRIZLEN {On Going}
  • (Antara) Bintang Bulan - [ABS 1]

Alena Shankara Azela, seorang gadis yang bermimpi menjadi seniman, terjebak dalam dunia tanpa kasih sayang dari ayahnya. Ketidakpastian dan keputusasaan menghantuinya hingga ia bertemu Langit, yang membangkitkan semangatnya untuk bertransformasi. Namun, cinta tak semudah itu; ia harus bersaing dengan sahabatnya sendiri untuk mendapatkan perhatian Langit, dan memilih mengalah demi persahabatan. Di saat terpuruk, Alena berjumpa dengan Nabastala, seorang pemuda yang mengajarkannya arti sejati kebahagiaan dan keyakinan. Bersama Nabastala, Alena di bawa ke dalam perjalanan menemukan cinta, persahabatan, dan berjuang untuk mengatasi rintangan. Dalam perjalanan penuh warna ini, akankah Alena menemukan jalan menuju impiannya dan menyentuh jiwanya yang terdalam? Temukan jawabannya dalam kisah penuh haru dan inspirasi ini "Alasan kamu selalu gagal gambar aku, karena kamu belum mencintai ku kan?!" tanya Abas sambil menatap Alena lekat. Alena diam sejenak dan memikirkan jawaban. "Untuk menggambar sebuah objek, kita harus memperhatikan setiap detailnya. Apalagi bagian mata itu sangat berpengaruh! Aku belum bisa gambar bagian mata kamu" jawab Alena. Bagaimana bisa? sedangkan, terlalu lama menatap mata indahnya saja aku tidak mampu. "Itu bukan jawaban, Al! Itu alasan" tegas Abas. Alena menunduk mendengar itu. "Mungkin dulu kamu berfikir aku tidak bisa menggambarmu, karena aku belum bisa mencintaimu. Tapi sekarang lihatlah, seluruh dunia harus tahu, bahwa aku sangat-sangat mencintaimu Nabastala. Selamat berkelana. Selamat abadi dalam karyaku, Nabastala Sagara."

More details
WpActionLinkContent Guidelines