MEMORIES

MEMORIES

  • WpView
    LECTURI 225
  • WpVote
    Voturi 79
  • WpPart
    Capitole 4
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare mie, ian 20, 2021
*** Galangga di bawa ke ruangan ICU. Operasi sedang berlangsung, semua orang harap-harap cemas menunggu hasil akhir. Terutama Asmyta, dia sangat berharap Galangga anaknya bisa di selamatkan. Karena bagaimanapun juga dia adalah seorang Ibu. Hatinya akan sangat terluka meski seorang anak hanya terluka sekecil apapun itu, apalagi Galangga dia terluka parah. Beruntung Arga suaminya berusaha menenangkan istrinya. Mereka berdoa kepada Tuhan untuk tetap membiarkan Galangga tetap hidup. Karena cowok itu sangat baik, murah hati dan juga penurut. Selalu berbakti kepada Asmyta dan Arga. "Apa ini mimpi bukan? Ini tidak nyata 'kan? Aku sedang bermimpi buruk iya 'kan?" "...Apa yang akan terjadi pada Galangga Mas?" "Dia akan baik-baik aja Asmyta. Sekarang kita doakan yang terbaik buat dia." "Tuhan kumohon. Biarkan putraku tetap hidup." Setelah mengetahui, salah satu muridnya mengalami kecelakaan. Yudha sebagai wali kelasnya segera bergegas menuju rumah sakit. "Saya baru saja pulang. Lalu, saya langsung datang kemari begitu mendengar beritanya. Saya benar-benar tidak tahu kejadian persisnya seperti apa."ucap Yudha. "Permisi, saya dari kepolisian. Apa benar kalian orangtua dari Galangga?" "Benar." #Publish18Des2020
Toate drepturile rezervate
#47
keluargaharmonis
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • School Scandal ✓
  • HILANG [Segera Terbit]
  • AGRITA [TERBIT]
  • (N)ever Be Real [END]
  • Luka & Lara (Completed)
  • Sailing With You [END]
  • 'HiLanG'
  • Hi Cold Prince

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut