Absurd Love Story

Absurd Love Story

  • WpView
    LECTURAS 78
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, may 24, 2022
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
Bismillahirrahmanirrahiim Cerita pertama gue yang berisi kisah cinta dua anak remaja dimana si cewek yang tak kenal lelah berusaha membuat sang pujaan hati luluh dengannya. Warningg!!! Mengandung keuwuan yang membuat baper tingkat dewa. -------------------------- "Mas Hisyam, tungguin dong licin nih jalannya" teriak Resya yang mengagetkan Hisyam. "Kamu kenapa sih ngikutin saya terus" tanya Hisyam kesal. "Mana ada aku ngikutin, cuma kebetulan doang kita barengan berangkatnya" jawab Resya sedikit berbohong. Padahal tadi dia menunggu Hisyam muncul dan segera berjalan dibelakangnya. Hisyam mempercepat langkahnya meninggalkan Resya menuju masjid karena iqamah sudah dikumandangkan. Sedangkan Resya yang ditinggalkan mendengus kesal kemudian berlari menyusul Hisyam hingga... Bruk Resya terpeleset dan jatuh mengenaskan dilantai teras masjid yang basah akibat guyuran hujan. Hisyam yang kaget mendengar suara orang jatuh segera menoleh ke belakang dan menemukan Resya yang jatuh terduduk sambil mengaduh dan menggerutu. Hisyam segera menghampiri Resya dengan wajah datarnya dan tatapan tajamnya yang mengarah pada Resya. Kemudian menariknya ke tempat wudhu wanita. "Makanya kalo jalan pake mata" omel Hisyam. "Jalan tuh pake kaki mana ada jalan pake mata" ujar Resya. "Nggak usah ngebantah kalo dibilangin" sahut Hisyam penuh penekanan dan tatapan tajam yang semakin menusuk. Resya yang merinding dengan tatapan Hisyam kicep seketika. "Udah sana wudhu, udah telat sholat jama'ahnya. Nanti tungguin saya kita sholat bareng, saya yang imamin." ucap Hisyam sambil berlalu menuju tempat wudhu pria. Resya seketika bersemangat. Kapan lagi coba diimamin sama cowo ganteng kayak Hisyam. -------------------------- Gimana?? Penasaran nggak nih?? Hayukk bacaa 'Absurd Love Story' Jangan lupa voment dari kalian ku tunggu Ajak juga temen-temen kalian buat baca cerita ini juga Sekian terima gajii eh salah terima kasihh Salam sayang, AmaliaLestari Ig : @amalia.lestari412 Kuyy followw
Todos los derechos reservados
#214
jilbab
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Teruntuk Kamu Pemilik Suara [SELESAI]
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • THE CLIMB [Completed]
  • Semu [Completed]
  • Guilty Pleasure  [END]✓
  • ALTHAZAIN
  • Mine [SELESAI] ✔

[PUBLISH ULANG - FREE FOR READ] Hilya Mafaza Azizi, gadis manis yang mengagumi seseorang tanpa tahu wujud dan rupa orang tersebut. Semuanya bermula saat Hilya mendengar suara merdu nan lembut tiap waktu salat tiba. Ya, Hilya menyukai si Muazin itu hanya dengan mendengar suaranya. BLURB : "STOP! STOP!," Anna yang sedaritadi diam menyaksikan bangkit dari duduknya. Menatap Rakha dingin, "kamu? Rakha, kan? Yang kemarin nyatain perasaan ke Hilya?. Mendingan pergi, deh!." Anna tersenyum samar bersamaan dengan wajahnya yang kembali dingin. __ "Saya terima nikah dan kawinnya Aqlima Razanna...." Tak lama setelah itu kata 'sah' pun terucap, disambut dengan lafadz hamdallah dari para tamu yang hadir. Tak kuasa membendung air mata, Hilya menunduk dalam guna menghindari tatapan orang disekitar yang bisa saja melirik ke arahnya. Sementara Anna, gadis berpashmina putih itu menoleh ke arah belakang. Terlihat dari posisi duduknya saat ini, Hilya tengah menunduk. Tak bisa dipastikan ekspresi sahabatnya itu. Walau, Hilya sendiri pernah mengatakan padanya bahwa dia tidak ada perasaan apapun terhadap lelaki yang kini telah menjadi teman hidupnya. Tetap saja, rasa was-was melingkupi sebagian hati kecilnya. Anna takut, apa yang Hilya katakan waktu itu adalah upaya gadis itu agar pernikahannya dengan Rakha berjalan dengan lancar. Sedangkan perasaan gadis itu terhadap lelaki disamping masih berbekas. Ia takut hal itu ada pada Hilya. Ia takut menyakiti Hilya. Disini, puncak permasalahan berasal dari dirinya. __ Bahagia atau sedihkah, ketika aku telah mengetahui siapa si Pemilik Suara itu?. -Hilya Mafaza Azizi- __ Kini aku semakin percaya dengan pribahasa ini 'Jodoh itu seperti setumpukan tempe, tidak ada yang tahu', begitu. -Penulis- __ Kisah yang sungguh rumit? Kalian berhasil menemukan nya. Inilah dia!. __ Published on 09 April 2019 Finished on 30 Mei 2019

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido