Penolongku [HIATUS]

Penolongku [HIATUS]

  • WpView
    Reads 378
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 26, 2021
[HARAP FOLLOW SEBELUM BACA] gimana kabarnya seseorang perempuan yang dibuang jauh dari tempat tinggalnya oleh ayah tirinya ketika masih berumur 13 thn 'hey jangan takut, kamari' Dan datanglah malaikat penolong bagi tata yang sedang duduk sendiri di bawah pohon rindang sambil menenggelamkan wajahnya di tekukan lututnya .○.○.○.○.○.○.○.○.○.○.○.○.○.○. 'Bang keyt, tata bolehkan main sama ares?' 'Ko temen tata di usir bang' 'Rasyaa ko buku tata di ambil sih tata mau belajaaar' 'Mamaaah, bang vael kunciin tata' 'Mamaaa, papa gigitin pipi tata' 'Abang anna boleh kan main di rumah' 'Abaang abaang jangan gitu dong teoo kasiaan'
All Rights Reserved
#12
kangen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Let Me Save You [Vkook]  (END)
  • Always Okey
  • We Found Another Love [Completed]
  • Spoiled Boyfriend [SLOW UP]
  • Don't Leave Me, Please![ End ]
  • Alter Ego
  • Don't Talk About Money
  • BLACKPINK X BTS (end.)

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines