Leana
  • WpView
    Reads 228
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 12, 2021
Leana Safitry atau biasa dipanggil Lea.Anak yang bisa dibilang manja dan boros itu harus hidup mandiri karena perusahaan yang dijalankan oleh Papah nya bangkrut.Tidak ada hari untuk belanja barang barang yang mewah, tidak ada lagi nongkrong nongkrong di cafe dengan kedua sahabatnya. Apakah kedua sahabatnya masih tetap berteman dengan Lea? apa mereka meninggalkan lea disaat lea sedang kesusahan? kalian mau tau kelanjutan ceritanya?, yuk Markica! (mari kita baca). Happy Reading~ ✓Start : 17-12-2020.
All Rights Reserved
#73
leana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun di Ujung Semanggi
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • 𝐓𝐰𝐨 𝐀𝐋
  • KaleZa
  • ALEA (TAMAT)
  • Unforgettable Love
  • KELABU (Werewolf Story) [END]
  • RAINA [COMPLETED]
  • Lana [Tamat]
  • Topeng di balik Senyuman

Aslan kembali setelah enam tahun, sebagai orang yang tak pernah Lea kenal. Gerak-geriknya masih lembut, senyumnya tetap bisa memanaskan pagi yang dingin, tapi sorot matanya menyimpan musim yang berbeda. Seolah ada badai yang sudah lama reda walau belum sempat dilupakan. Aslan menjadi teka-teki yang tak ingin dipecahkan, dan justru karena itulah hati Lea tergelincir padanya. Lea tahu: ada perasaan yang seharusnya tak tumbuh di antara akar persahabatan. Tapi rasa itu hadir seperti embun di ujung daun semanggi-tak diminta, tak dirancang. Seindah harapan kecil yang tak pernah dijanjikan akan bertahan. Aslan yang dulunya magnet bagi masalah, kini menjadi benteng perlindungan Lea. Dan Lea hanya ingin satu hal: kejujuran, sepahit apa pun itu. "Aku gak bohong waktu bilang kalau kamu perempuan paling keren yang pernah kukenal. Wajar, aku suka kamu. Apa menyukai kamu itu suatu kesalahan-atau satu-satunya kebenaran yang masih tersisa dari kita?" Judul sebelumnya: Jakarta's Hidden Melody

More details
WpActionLinkContent Guidelines