Makrab (ON GOING)

Makrab (ON GOING)

  • WpView
    reads 359
  • WpVote
    Stemmen 50
  • WpPart
    Delen 12
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd don, feb. 25, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
Tara gapernah kaget kalo namanya selalu jadi bahan perbincangan anak-anak kampus. Berawal dari makrab yang bikin Tara naik darah ditambah orang-orang aneh yang eksistensinya patut diragukan. Tara gapernah benci orang tapi di otaknya semua orang itu aneh. Kalo kata Tara sih, "nama lo beda sama gue berarti lo aneh." Gimana coba? Sangat tidak membenci orang kan? Skeptis bukan dosa buat Tara Ganindya Anindita sang empunya kekuasaan mutlak makrab. Sampai satu kejadian dimana dunia Tara berubah drastis. Tara gamau nyalahin diri sendiri apalagi nyalahin waktu, tapi di lain sisi Tara gatau harus gimana. Tara itu ga sendiri tapi dia suka sendiri. Dunia Tara punya strukturnya sendiri dan Tara ga suka sama orang yang ngusik dunianya, kecuali satu orang yang Tara sayang. "Iya cuma satu, soalnya yang lain aneh." -Tara Ganindya Anindita
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Sweet Antagonist✓ (Lengkap)
  • KIARA [END]
  • The Story Of Aghea
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • Indah pada waktunya☆
  • FEARLESS || JAYISA
  • AtheRion
  • SYAKIRA how are you?
  • Marrying the Young Master
  • Dua jejak, satu jalan [End]

"Lovely Nara" sebuah novel yang menceritakan betapa menyedihkannya hidup seorang gadis SMA tingkat akhir. ya, itu cerita yang terlalu klise untuk dibaca bukan? seorang gadis lemah lembut akan bertemu dengan ketua gengster akan menjadi jalan cerita yang membosankan. Namun hal yang sebenarnya menarik pembaca bukan lah cerita inti novel itu. melainkan cerita seorang gadis yang berperan sebagai antagonis di cerita itu. Binar Jingga Swastamita. Ini hanyalah cerita dimana sosok asing pergi ke tempat yang tak pernah dirinya tahu. Dia terlena dengan banyak hal yang tak pernah ia dapatkan, hingga lupa jika 'datang' selalu ada 'pergi'. "saya harap... kita bisa bertemu di semesta yang sama, bukan karena permainan semesta tapi karena coretan takdir yang sama."

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen