MUHASABAH
  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 12, 2023
Dalam sepi malam... Ku berbisik pada tanah agar terdengar sampai langit ke tujuh Ku bermunajat dalam hati namun mampu menusuk dalam sanubari. Untuk semua usahaku, ku serahkan hasilnya pada-Mu. Untuk seluruh sabarku, ku tau buah dari keyakinanku sangat baik menurut-Mu. Untuk setiap tetes air mataku, ku hanya berharap datangnya kebahagiaan dari-Mu. Untuk semua lelahku, ku harap jadi Lillah di hadapan-Mu. Untuk semua pinta-pintaku, ku yakin semua yang terbaik hanya datang dari-Mu. Ku bermuhasabah pada diri. Ku berkaca pada hati. Ku bermunajat pada-Mu. Ku berserah pada-Mu. Ya allah... Satu pintaku Jika kiranya kau memberi ku ujian yang teramat berat Ku hanya meminta agar kau kuatkan diriku untuk menjadi hebat.
All Rights Reserved
#25
khayalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Astagfirullah, Husband! [RE-UPLOAD]
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Restu Tuhan
  • Ning Salwa!
  • Ikhwan [SELESAI]
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅
  • Romansa Cakrawala ✓

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines