Story cover for PEDIH by RinitaLumbantoruan
PEDIH
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 17, 2020
*Dimohon maklum atas chapternya yg kurang rapi,namanya juga masih belajar.mohon untuk memakluminya




....

Salah apa aku sampai harus menanggung beban sebanyak ini?
Mengapa semua orang hanya memandang fisik seseorang tanpa tau bagaimana isi dalamnya.Pepata bilang , "jangan menilai buku dari sampulnya"tidak ada gunanya.Toh setiap orang lebih suka menilai dari luar.



"Za kalau nanti kamu udah bisa lihat dunia ini,siapa yg akan pertama kali yang mau kamu lihat?".ucap Rita yang menatap Reza lekat.

"Yang ingin ku lihat pertama kali di dunia ini, KAMU".ucap Reza sambil mengusap tangan Rita.

"Apa kamu yakin ingin melihatku?"ucap Rita

"Mengapa setiap kali kau mengucapkan kalimat itu?apa ada yang salah?"ucap Reza.

"Za  aku wanita yang jelek ,gak punya apa apa di dunia ini"ucap Rita dengan nada lesu.

"Aku tak peduli seperti apa dirimu ,tapi yg aku tau kamu wanita baik yang tak pernah mau ninggalin seseorang dalam keadaan berat"ucap Reza sambil mencari keadaan Rita.

"Za,apa kamu yakin dengan ucapanmu,apakah dirimu memang benar di takdirkan untuk ku atau ini hanya omong kosong saja"batin Rita






cerita pertama aku😊maaf masih banyak kurang nya
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add PEDIH to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat by zei_llyn
18 parts Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
My Little Monster - Completed by octrouble_mg
39 parts Complete Mature
Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.
You may also like
Slide 1 of 10
RAKA cover
STUCK cover
AILAH(END)✅ cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
ALETA cover
Albel cover
My Little Monster - Completed cover
Paradise cover
KIARA [END] cover
Resya's Journey Of Life?  cover

RAKA

38 parts Complete

"Kenapa lo harus nakal?" Tanyaku kepada Raka. Pertanyaan bodoh serius deh. Raka terdiam sebentar sepertinya pria ini sedang memikirkan jawabnnya "Kebutuhan hidup" Jawabnya singkat Aku mengerutkan keningku bingung. Apa yang dimaksud 'kebutuhan hidup' emangnya tanpa sikap nakal dia ngga bisa hidup?. "Gini deh. Kalo lo jadi anak baik lo bakalan lemah. Lo ngga bisa ngelawan . Harga diri lo bakalan diinjek-injek. Lo harus punya rasa nakal dalam hidup lo biar orang ngga anggep lo lemah. Serius deh" "Sebandel-bandelnya gue,gue ngga akan mainin perasaan kaya kebanyakaan cowo yang berstatus baik" -Raka- CopyRight ⓒ2016 Nabila Arubusman BADBOY SERIES(BBS) 1