We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PEDIH
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 17, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
*Dimohon maklum atas chapternya yg kurang rapi,namanya juga masih belajar.mohon untuk memakluminya .... Salah apa aku sampai harus menanggung beban sebanyak ini? Mengapa semua orang hanya memandang fisik seseorang tanpa tau bagaimana isi dalamnya.Pepata bilang , "jangan menilai buku dari sampulnya"tidak ada gunanya.Toh setiap orang lebih suka menilai dari luar. "Za kalau nanti kamu udah bisa lihat dunia ini,siapa yg akan pertama kali yang mau kamu lihat?".ucap Rita yang menatap Reza lekat. "Yang ingin ku lihat pertama kali di dunia ini, KAMU".ucap Reza sambil mengusap tangan Rita. "Apa kamu yakin ingin melihatku?"ucap Rita "Mengapa setiap kali kau mengucapkan kalimat itu?apa ada yang salah?"ucap Reza. "Za aku wanita yang jelek ,gak punya apa apa di dunia ini"ucap Rita dengan nada lesu. "Aku tak peduli seperti apa dirimu ,tapi yg aku tau kamu wanita baik yang tak pernah mau ninggalin seseorang dalam keadaan berat"ucap Reza sambil mencari keadaan Rita. "Za,apa kamu yakin dengan ucapanmu,apakah dirimu memang benar di takdirkan untuk ku atau ini hanya omong kosong saja"batin Rita cerita pertama aku😊maaf masih banyak kurang nya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Albel
  • ALEYA~~
  • ALONE
  • KIARA [END]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  •  HAZELA
  • FEARLESS || JAYISA
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines