SATU ANGKASA UNTUK FALISYA

SATU ANGKASA UNTUK FALISYA

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 6, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Waktu telah menjadi saksi, bila kau dan aku pernah sedekat ini, hingga ku limpahkan perasaanku padamu sepenuh hati, kitapun pernah seerat nadi, namun kini jarak kita lebih jauh dari matahari dan bumi,mencintaimu adalah hal terumit yang harus aku lalui,setidaknya aku tidak pernah menuhankan cinta yang abadi, sehingga dengan mudahnya aku tersadar dari belaian mimpi bodoh ini,namun setelahnya cumbuan rindu datang bertubi-tubi,hingga berbekas menelusup ruang hati,belajar mengeja cara melupakanmu adalah kesibukanku saat ini,itu tak semudah menebah debu dengan sapu lidi,karena rindu itu hadir semau hati, aku hanya dapat membangun dengan kokoh benteng pertahanan diri,yang sialnya dengan mudah kau robohkan lagi,dulu tujuan hidupku adalah bersamamu hingga akhir nanti,dan kini...sudah waktunya untuk menyerah bukan?
All Rights Reserved
#14
sebelah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • N O R A [on going]
  • MUTIARA
  • GENTAWA✓
  • obsesi seorang mantan pacar
  • seribu tanya tak terjawab
  • Friendzone?
  • All The Small Thing
  • Semu [Completed]
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • Misunderstand

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

More details
WpActionLinkContent Guidelines