Tujuh Hari Berkaki Empat

Tujuh Hari Berkaki Empat

  • WpView
    OKUNANLAR 45
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 9
WpMetadataReadTamamlanmış Hikaye Per, Ara 17, 2020
"Jadilah aku tujuh hari saja, kau akan belajar banyak hal." - [SINOPSIS] Hai! Apakah kau mengenaliku? Kuyakin kau mengenaliku. Tubuh berkaki empat dengan bulu yang menutupi, juga ditambah dengan suara yang khas, 'meow...'. Namun, pernahkah kau menjalani hidup dari sudut pandangku? Jika belum, ikuti Catushia di dalam sebuah perjalanan 7 hari ini. Perjalanan ini selesai setelah kau menemukan dirimu yang baru. Selamat mencoba! ------------ [PRAKATA] Jessica Sheridan 00000042576 Halo semua! Tujuh Hari Berkaki Empat adalah novel yang aku tulis dalam rangka memenuhi UAS Mata Kuliah Creative Writing & Storytelling. Ide cerita dan proses penulisan sepenuhnya dilakukan oleh aku sendiri. Mohon maaf jika ada kesalahan atau ketidaksempurnaan. Semoga kalian bisa menikmati cerita ini dan jangan lupa beri votenya ya... Terima kasih atas dukungan kalian <3
Tüm hakları saklıdır
#365
cat
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • SHADOWS IN A VESSEL
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • A Secret Cat: I Want To Be a Cat, Just Meow Meow
  • The Power Of Girls [COMPLETE]
  • ★BABY ZION★
  • GRESHAN FAM
  • Strong Girl Michella (END)
  • Ruby Kaesta V Or G  [TERBIT]
  • 4 Batu 1 Debu (On Going)

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi